Konsumsi Turun, Ternyata Masyarakat Lebih Suka Nabung Dibanding Belanja

Safira Fitri, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 622 2279792 konsumsi-turun-ternyata-masyarakat-lebih-suka-nabung-dibanding-belanja-3XPHwhTlTr.jpg Personal Finance (Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus covid-19 telah menimbulkan gangguan ekonomi di Dunia termasuk Indonesia . Adapun, virus asal China ini telah membuat daya konsumsi Indonesia menurun.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan hal ini dikarenakan deflasi berturut terjadi di Bulan Juli dan Agustus. Hal ini terus membuat daya beli konsumsi belum pulih

 Baca juga: Dapat Insentif Kartu Prakerja, Sisihkan 30% untuk Modal Usaha

"Kondisi ini menunjukkan belum pulih daya beli dan masih menurun. Karena sejak Maret ketidapastian muncul akibat pandemi virus covid-19," ujar Mendag Agus dalam webinar, Jumat (17/9/2020).

Kata dia, pembatasan sosial berskla besar (PSBB) ini membuat masyarakat lebih memilih meningkatkan tabunganya dan beralih ke investasi. Sehingga, menurunkan daya konsumsi Indonesia.

 Baca juga: Hadapi Resesi, Pekerja Gaji Pas-pasan Sisihkan Rp1,5 Juta/Bulan

" Apalagi ditambah PSBB di ibu kota Jakarta karena jumlah kasus Covid-19 meningkat dan mendorong masyarakat untuk mengurangi konsumsi dan meningkatkan tabungan serta lebih berinvestasi," jelasnya.

Dia pun memastikan agar jalur distribusi tetap berjalan lancar. Hal ini agar memenuhi kebutuhan masyarakat untuk bahan pokok yang mana bisa mendorongkak daya beli konsumsi masyarakat.

 Baca juga: Simpanan MNC Bank sebagai Investasi di Kala Pandemi

"Kita Memastikan jalur distribusi berjalan tetap lancar agar di pusat dan daerah masih ada aktivitas yang berjalan kegiatan usaha melayani kebutuhan pokok dan masyarakat bahan pangan. Karena ada sektor 11 usaha yang tetap berusaha dan kita memastikan jalur distribusi dan logistik tidak mengalami kendala," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini