Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wall Street Anjlok Terseret Saham Apple Cs

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 19 September 2020 |07:52 WIB
Wall Street Anjlok Terseret Saham Apple Cs
Wall Street (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Bursa saham di Amerika Serikat atau Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Jumat waktu setempat imbas aksi jual yang terjadi di saham sektor teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 244,56 poin, atau 0,9% menjadi 27.657,42. Indeks S&P 500 turun 1,1% menjadi 3.319,47 dan indeks Nasdaq Composite juga turun 1,1% dan ditutup pada level 10.793,28.

Indeks S&P 500 pada perdagangan Jumat mencapai level terendah bulan ini setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa pada 2 September. Demikian seperti dilansir CNBC, Jakarta, Sabtu (19/9/2020).

Rata-rata indeks saham utama turun untuk minggu ketiga berturut-turut, mencatat penurunan mingguan terpanjang mereka sejak tahun lalu. Indeks Dow melemah tipis, sementara indeks S&P 500 turun 0,7% dan indeks Nasdaq turun 0,6% selama periode waktu itu.

Sementara Itu, saham Apple turun lebih dari 3% pada hari Jumat. Microsoft dan Alphabet turun masing-masing sebesar 1,2% dan 2,4%. Netflix turun 0,1%. Facebook turun 0,9%.

“Kami melihat kinerja jangka pendek dari saham ini tetapi juga kinerja yang lebih baik dalam jangka panjang,” kata CEO Intrepid Capital Mark Travis.

 IHSG Ditutup Menguat Tipis

Namun, dia mencatat bahwa penurunan di saham teknologi kemungkinan hanya jangka pendek. Banyak dari perusahaan ini menghasilkan banyak uang dan memiliki neraca yang tidak dapat ditembus. Mereka juga ada di mana-mana dalam hal orang menggunakannya.

Big Tech juga turun secara luas minggu ini. Facebook dan Amazon masing-masing turun lebih dari 5% minggu ini. Alfabet, Netflix, Apple dan Microsoft juga turun tajam selama periode waktu tersebut.

Untuk bulan tersebut, keenam saham tersebut turun setidaknya 10%. Apple, khususnya, telah anjlok 17,2% pada September. Dari puncaknya, saham Apple telah jatuh 22,6%, kapitalisasi perusahaan juga turun USD500 miliar.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement