RI-AS Perkuat Pembiayaan Infrastruktur, Apa Untungnya Bu Menkeu?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 21 September 2020 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 320 2281378 ri-as-perkuat-pembiayaan-infrastruktur-apa-untungnya-bu-menkeu-RIblEjUDZb.jpg AS dan Indonesia Kerjasama Pembiayaan Infrastruktur. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven T Mnuchin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menandatangani Kerangka Kerjasama untuk Memperkuat Pembiayaan Infrastruktur dan Pembangunan Pasar.

Prakarsa kerjasama dirancang untuk mencapai tujuan bersama Amerika Serikat dan Indonesia guna mendukung pembangunan infrastruktur melalui investasi berorientasi pasar sektor swasta.

Di bawah kerangka kerjasama ini, AS dan Indonesia akan mengatasi hambatan regulasi, pasar, dan legalitas terhadap investasi sektor swasta dengan berfokus pada pembangunan instrumen keuangan, pembiayaan proyek, pasar utang lokal, dan pasar modal.

Baca Juga: Pembangunan Bandara Lanjut Terus meski Ada Covid-19

“Pembangunan infrastruktur sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pemulihan jangka panjang dari dampak Covid-19. Kerangka kerja ini mendukung pertumbuhan ekonomi dan tujuan kita bersama dalam upaya menjawab kebutuhan infrastuktur melalui investasi berorientasi pasar sektor swasta,” ujar Menteri Mnuchin, di Jakarta, Senin (21/9/2020).

Pertemuan pertama Kelompok Kerja di bawah perjanjian kerangka kerja ini akan diadakan secara virtual pada 22-23 September 2020.

Baca Juga: 

Keterlibatan ini mendukung Strategi Indo-Pasifik Pemerintah AS yang lebih luas dengan melengkapi upaya yang sedang berlangsung di bawah Meningkatkan Pembangunan dan Pertumbuhan Melalui Energi (Asia EDGE) dan Jaringan Transaksi dan Bantuan Infrastruktur (ITAN).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan jika keberadaan pandemi Covid-19 merupakan kondisi yang sangat menantang.

Pemerintah Indonesia terus berkomunikasi dan berupaya berkolaborasi dengan negara anggota Asian Development Bank (ADB) untuk menangani dampak pandemi Covid-19 di bidang kesehatan dan perekonomian.

Kerjasama dalam penanganan Covid-19 tidak hanya sebatas dalam usaha untuk menemukan vaksin saja, namun juga bersama-sama untuk membantu dalam pemulihan ekonomi.

"Dan karena itu saya katakan sekarang ini adalah situasi yang sangat menantang. Maka dari itu setiap pemimpin negara harus membutuhkan suatu kerjasama,” tandasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini