Revisi Lagi, Ekonomi Indonesia 2020 Diproyeksi Minus 1,7%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 320 2281747 revisi-lagi-ekonomi-indonesia-2020-minus-1-7-amPhLbWWnh.jpg Grafik ekonomi (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merevisi perkiraan angka pertumbuhan ekonomi tahun 2020. Di mana, awalnya minus 1,1% hingga positif 0,2% menjadi minus 1,7% sampai minus 0,6%.

Hal ini seiring dengan virus covid-19 masih menekan ekonomi Indonesia hingga 2020. Kalkulasinya, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 sebesar 2,97% dan kuartal II-2020 minus 5,32%.

 Baca juga; RI Masuk Jurang Resesi, Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Kuartal III Minus 2,9%

"Kemenkeu lakukan revisi forecast, sebelumnya untuk tahun ini minus 1,1% hingga positif 0,2%, yang terbaru minus 1,7% sampai minus 0,6%. Ini artinya negatif teritory terjadi pada kuartal III dan kemungkinan masih berlangsung pada kuartal IV yang kita berusaha mendekati nol atau positif," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual APBN Kita, Selasa (22/9/2020).

Kata dia, sejumlah lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini berada di teritori negatif. Tertinggi hanya prediksi di 0% atau tidak tumbuh.

 Baca juga: Pemulihan Ekonomi di Negara Asean Diprediksi Lebih Cepat

"Kalau kita lihat institusi yang lakukan forecast ke pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun mereka rata-rata memproyeksikan ekonomi Indonesia di 2020 semua di zona negatif, kecuali World Bank yang 0%," bebernya.

Dia menambahkan di sisi lain counter cyclical yang dilakukan dengan fiscal stimulus menyebabkan defisit APBN. "Negara-negara tersebut mengalami pelebaran defisit dan tentunya dengan demikian kenaikan dari utang pemerintah terhadap GDP nya akan meningkat kenaikannya bisa di atas 10%," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini