5. Sebagai pelindung dari badai
Gunakan bahan material yang bagus, berkualitas, tebal, dan kedap air. Demikian halnya bahan pelapis antibocor, yang dapat diaplikasikan secara bersamaan dengan pemasangan atap agar sambungan atap tidak mudah bocor.
Bentuk atap juga harus dipertimbangkan agar sesuai dengan cuaca dan iklim setempat. Pada daerah tropis, penggunaan atap miring merupakan solusi terbaik. Sebab, dengan bentuk ini, saat hujan air dengan cepat mengalir ke bawah tanpa harus mengendap terlebih dahulu di atap.
Agar terhindar dari cipratan air hujan yang turun dari atap, alangkah baiknya jika pada bagian bawah atap diberi teritisan. Biasanya, teritisan tersebut digunakan pada rumah dengan konsep modern yang beratap miring.
Elemen tersebutlah yang membuat air hujan tidak mengenai dinding secara langsung. Sebab, bila ada air hujan terus-menerus membasahi dinding rumah, lama-kelamaan dinding akan retak, rapuh, dan lembab.
6. Sebagai pelindung dari sinar matahari
Penggunaan atap miring juga memiliki manfaat yang lebih banyak dibandingkan model atap lainnya. Sebab, pada bagian bawah atap, terdapat rongga yang cukup untuk sirkulasi udara dan berfungsi sebagai pengusir panas.
Selain itu, bahan material yang digunakan juga memberikan peranan ekstra dalam menangkal panas. Misalnya, penggunaan alat insulator mampu mengurangi hawa panas pada siang hari.
Namun, jika ingin memberikan cela-cela kecil agar sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah, terutama bagian rumah yang tidak berjendela, atap transparan dan kaca berlaminasi yang ditempatkan pada bagian yang jarang terkena sinar matahari dapat menjadi solusi, sehingga sinar matahari yang masuk ke dalam rumah tidak berlebihan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.