Cara Erick Thohir Dorong UMKM Masuk Pasar Digital

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 320 2283053 cara-erick-thohir-dorong-umkm-masuk-pasar-digital-g2VSNnXKdR.jpg Upaya Kementerian BUMN Bantu UMKM. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satu upayanya dengan menggandeng UMKM dalam program platform Pasar Digital atau PaDi.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, melalui platform Pasar Digital ini pelaku UMKM dapat melakukan pengadaan produksinya di BUMN.

"Ini tentang bagaimana agar teman-teman dari BUMN, UMKM, bisa ikut pengadaan di BUMN-BUMN yang ada," ujar Arya dalam diskusi virtual, Kamis (24/9/2020).

Baca Juga: 47% UMKM KO pada Ronde Pertama Covid-19

Di samping itu, Kementerian BUMN ikut mendukung UMKM yang ada, agar bisa segera masuk ke ranah marketplace. Hal itu dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan Lazada, Zalora, Tokopedia, Shopee, dan para marketplace lainnya.

"Supaya mereka juga bisa ikut menghidupkan kembali UMKM," ujarnya.

Baca Juga: Treatment Pemulihan UMKM Terdampak Covid-19 Beda-Beda

Diketahui, melalui platform PaDi atau Pasar Digital ini, pemerintah berharap nantinya BUMN dapat melakukan pemesanan produk dengan tender hingga Rp14 miliar kepada UMKM.

Dalam program tersebut, terdapat delapan kelompok kegiatan yang bisa diorder penyediaannya kepada UMKM, baik dalam hal jasa maupun barang. Yakni meliputi material konstruksi, jasa konstruksi dan renovasi, jasa ekspedisi dan pengepakan, serta jasa sewa peralatan mesin.

Selain itu, ada juga jasa sewa peralatan dan perawatan mesin, jasa periklanan, jasa catering dan snack, serta jasa persewaan furniture.

Saat ini, terdapat lebih dari 72 ribu UMKM yang menjadi penyedia jasa dan barang yang tergabung di PaDi, dengan porsi pengadaan yang bisa mencapai angka Rp18,52 triliun.

Hal ini merupakan upaya implementasi kebijakan Erick Thohir, yang sebelumnya telah menetapkan pembatasan pengadaan BUMN dengan kisaran Rp250 juta-Rp14 miliar agar hanya diperuntukkan bagi UMKM.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini