KLUNGKUNG - Sejumlah sektor industri mencoba tetap bertahan di tengah krisis akibat pandemi Covid-19. Salah satunya yakni minyak kelapa tradisional yang tetap mempertahankan dari kualitas, banting harga pun dilakukan para pengrajinnya.
Pergerakan industri minyak kelapa beralakangan kian lesu diterpa dampak Covid-19. Di samping itu, para pengusaha dituntut jeli dalam mengatasi ini, agar usaha tetap bisa berjalan.
Baca Juga: Cara Tarik Pelanggan, Murah Hati dalam Beri Diskon
Adapun yang dilakukan industri rumahan minyak kelapa di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Klungkung Bali. Salah satu pengrajin, Ni Wayan Sudiari yang sudah menggeluti usaha selama 15 tahun, dirinya harus rela menurunkan harga jual dari Rp19.000 per botol hingga Rp15.000 per botolnya.