Burden Sharing II, BI Beli Surat Utang Negara Rp183 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 28 September 2020 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 320 2284947 burden-sharing-ii-bi-beli-surat-utang-negara-rp183-triliun-ATQbtmRfX8.jpg Bank Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dengan skema pembagian beban utang atau burden sharing mencapai Rp183,48 triliun.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pembelian SBN tersebut dilakukan dengan mekanisme pembelian secara langsung di pasar perdana, sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI pada 7 Juli 2020 atau skema burden sharing II.

 Baca juga: Pemerintah Raup Rp22 Triliun dari Lelang 7 Surat Utang

"Realisasi pendanaan dan pembagian beban untuk pendanaan public goods dalam APBN tahun 2020 melalui mekanisme pembelian SBN secara langsung mencapai Rp 183,48 triliun," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat rapat Komisi XI DPR RI secara virtual, Senin (28/9/2020).

Kata dia, skema burden sharing II, disepakati pembiayaan untuk public goods adalah sebesar Rp397,56 triliun. Selain itu, juga disepakati pembiayaan untuk non-public goods terkait UMKM sebesar Rp 177,03 triliun.

 Baca juga: Cari Modal, Pemerintah Terbitkan Samurai Bond 100 Miliar Yen

" Realisasi pembagian beban utang dengan pemerintah untuk non-public goods terkait UMKM hingga saat ini telah mencapai Rp44,38 triliun," bebernya.

Dia menambahkan adanya skema berbagi beban ini membuaf pemerintah dapat lebih fokus pada upaya akselerasi realisasi APBN untuk mendorong pemulihan perekonomian nasional.

"Kami komitmen terus, kami lakukan semua yang sudah berjalan. Jadi pemerintah bisa fokuskan percepatan realisasi APBN, sebab masalah pendanaan dan beban BI ikut menanggung," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini