Ada PSBB, Pengusaha Ritel Rugi Rp200 Triliun

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 28 September 2020 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 320 2285005 ada-psbb-pengusaha-ritel-rugi-rp200-triliun-eRZqw7DgZb.jpg Mal (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah mengungkapkan bahwa dampak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat pandemi virus corona atau Covid-19 membuat para pengusaha peritel kehilangan omzet hingga Rp200 triliun.

Hal itu bisa terjadi karena pusat perbelanjaan hanya punya batas kapasitas 50% saja selama pemberlakuan PSBB.

"Kami itu setahun sekitar Rp400 triliun. jadi kalau hanya 50%, ya omzetnya turun Rp200 triliun, ya kerugiannya di situ," kata Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (28/9/2020)

Dia juga menyampaikan, meski kapasitas mal hanya setengah pihaknya tetap harus membayar pajak dan hak karyawan. Untuk itu, pihaknya meminta agar pemerintah dapat memberikan keringanan baik dari segi pajak dan subsidi gaji.

"Kami meminta keringanan pajak, kemudian masalah gaji pegawai mohon pemerintah juga membantu. Setidaknya memberikan subsidi gaji sebesar 50%. Jadi 50% dari pemerintah dan 50% dari pengusaha" katanya.

Dia menambahkan, arus kas dari tenan penyewa di pusat perbelanjaan juga sudah lesu sejak Maret karena adanya PSBB. Saat ini, pengunjung pusat perbelanjaan hanya 10% saja dari jumlah pengunjung saat masa transisi PSBB.

"Pusat belanja dan tenant 6 bulan ini berat. Tidak baik dari Maret sampai sekarang, omzet dan kas dari perusahaan minim," tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini