Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Mengelola Keuangan Jelang Resesi, Cek di Sini

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 28 September 2020 |13:24 WIB
Cara Mengelola Keuangan Jelang Resesi, Cek di Sini
Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Pengelolaan keuangan menjadi hal yang sangat penting di tengah pandemi covid-19. Apalagi kini ekonomi Indonesia terancam resesi karena diprediksi pertumbuhan negatif. Pengelolaan keuangan penting karena jika keuangan tidak dikelola dengan baik akan terbuang dengan percuma.

Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan dalam mengelola keuangan yang paling penting adalah bagaimana mengatur pola pikir. Sebab menurutnya, mengelola keuangan tidak melulu soal menahan uang khususnya dalam pos pengeluaran.

Baca Juga: 5 Cara Cerdas Liburan Hemat Tanpa Bikin Kantong Bolong

Sebagai salah satu contohnya adalah dalam mengeluarkan uang. Pengelolaan keuangan yang baik adalah harus memiliki pikiran bagaimana mengeluarkan uang sesuai dengan kebutuhan dan bukan keinginan semata. 

Meskipun barang tersebut diberi harga murah atau mungkin promo banting harga alias diskon. Karena menurutnya, jika barang diskon yang dibeli tidak terlalu dibutuhkan maka terhitung rugi dan bukan untung.

Baca Juga: Biar Enggak Boros, Bedakan Keinginan dan Kebutuhan

"Keuangan bukan melulu soal ilmu uang, tapi ilmu bagaimana mengendalikan psikologis. Kuncinya disitu," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (28/9/2020). 

Sebagai ilustrasi, jika ada barang yang dijual di toko dengan harga Rp1 juta. Lalu ternyata barang tersebut menawarkan promo diskon 40%, yang artinya harganya kini hanya Rp600.000 saja.

Banyak yang mengira siapapun yang bisa membeli barang tersebut akan untung besar. Karena diskon yang diberikan juga cukup besar atau hampir setengah harga.

 

"Tapi banyak orang yang enggak butuh tapi beli karena lagi diskon. Saya selalu bilang gini, harga barang Rp1 juta, diskon 40% artinya Rp400.000, jadi Rp600.000. Sekarang pertanyaannya kalau orang beli barang itu Rp600.000, berarti dia untung 40% dong?," jelasnya.

Menurut Safir, jika barang yang dibeli tersebut penting maka untung 40%. Namun sebaliknya, jika barang tersebut hanya sebatas keinginan semata, maka sudah rugi Rp600.000.

"Jawaban saya gini, kalau dia butuh dia untung 40%, kalau dia enggak butuh, dia sudah rugi Rp600.000," kata Safir.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement