Usaha Ecoprint, Sugiharti Tersenyum Lebar karena Hasilkan Jutaan Rupiah

Saladin Ayyubi, Jurnalis · Selasa 29 September 2020 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 455 2285526 usaha-ecoprint-sugiharti-tersenyum-lebar-karena-hasilkan-jutaan-rupiah-2AA5Ck4vNn.jpg Ecoprint (Foto: Saladin)

BANYUMAS – Siapa sangka kalau daun-daunan yang berada di sekitaran rumah ternyata dapat menghasilkan omzet hingga Rp15 juta per bulannya? Ide kreatif muncul dari seorang perajin Ecoprint asal Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Dari tangan Sugiharti sebuah karya seni ecoprint dihasilkan dengan menggunakan bahan daun-daunan dan kain sutra serta bantuan pewarna kayu hutan. Hasilnya tak main-main sebab ecoprint tersebut mampu terjual hingga ke luar pulau Jawa dengan harga yang bersaing.

Baca Juga: Mau Punya Janda Bolong? Begini Cara Mendapatkannya

Warga kelurahan Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Sugiharti memanfaatkan daun-daun di depan rumahnya yang berasal dari pohon lanang yang sengaja ia tanam. Namun, ada pula sejumlah daun liar yang dimanfaatkan dirinya untuk membuat kerajinan ecoprint.

“Ecoprint merupakan Teknik pewarnaan alam dengan memanfaatkan getah dedaunan untuk mencetak motif dari daun tersebut pada sebuah media kain,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Baca Juga: Ujian Naik Kelas, Pandemi Covid-19 Melatih Entrepreneurship

Proses pembuatan dari ecoprint tersebut dapat dikatakan cukup rumit dan lama serta dibutuhkan pula sentuhan rasa seni agar tercipta hasil cetak ecoprint yang bernilai etnik.

Dibantu oleh asistennya, daun yang sudah dipetik ditata di atas selembar kain sutra. Cara penataan daun tersebut memerlukan keahlian khusus agar tertata sesuai dengan motif etnik yang diinginkan, nantinya setelah daun tersebut tertata di atas selembar kain, kain digulung dengan dibantu lapisan selembar plastik dan setelah dilipat, kain ini baru direbus kurang lebih tiga jam.

Dalam tahap perebusan tersebut menggunakan pewarnaan dari kayu yang dipilih dan disesuaikan dengan keinginan warna dan motif yang ditampilkan. Baru setelah itu kain digelar dan diambil kembali daun yang menempel di kain, barulah terlihat hasil motif ecoprint.

Menurut Sugiharti, meskipun adanya Pandemi dirinya masih menjual produk melalui media online bahkan bisa menjual produk tersebut ke beberapa luar Pulau Jawa. Usaha yang dilakoni sejak tahun 2018 ini mampu memperoleh omzet kurang lebih Rp15 juta per bulannya.

Karya ecoprint milik Sugiharti sudah diakui oleh sejumlah orang penting di Kabupaten Banyumas. Hasil karya cantik tersebut membuat produk diminati karena mempunyai nilai lebih.

Selain berbahan pewarna dan motif natural, karya ini tergolong awet dan tahan lama yang berbeda dari yang lain. Untuk harga, satu karya dijual dari harga Rp150.000 hingga jutaan rupiah tergantung dari kain dan motif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini