PSBB Jakarta Diperketat, Penumpang MRT Turun Hampir 4 Ribu Orang

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 320 2286181 psbb-jakarta-diperketat-penumpang-mrt-turun-hampir-4-ribu-orang-1VeOIeeh2U.jpg MRT (Okezone)

JAKARTA - PT MRT Jakarta mencatat jumlah atau volume penumpang pada September 2020 menurun signifikan. Kejadian itu seiring dengan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) jilid II yang diberlakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Dirut MRT Jakarta William Sabandar merinci, pada September ini volume penumpang mencapai 13.101 orang. Angka itu menurun signifikan sebesar 3.876 orang dari bulan sebelumnya yang mencapai 16.977 penumpang.

 Baca juga: Ada PSBB, Penumpang MRT Turun Drastis

"Pemberlakuan kembali PSBB jilid dua membuat ridership kita turun jadi 13 ribu penumpang," ujar William dalam paparannya secara virtual, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Meski penerapan kembali PSBB di Jakarta, pihak MRT berharap mampu menekan angka penyebatan Covid-19 sehingga relaksasi dapat dilakukan dan volume pengguna Moda Raya Terpadu itu dapat berjalan secara baik.

 Baca juga: Waktu Operasional MRT Diperpanjang, Ini Jadwal Keberangkatan Terakhirnya

Pengguna jasa MRT sebenarnya telah terjadi sejak April-Mei tahun ini. William menjabarkan, pada April jumlah penumpang hanya mencapai 4.059 penumpang. Angka ini semakin anjlok pada Mei, di mana jumlah penggunanya hanya 1.405 orang.

Sebelumnya, pihak MRT pun telah memperbaharui jam operasional sejak pemberlakukan PSBB jilid 2. Di mana, jam operasional mulai dari pukul 05.00 sampai 22.00 WIB selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar sejak awal September lalu.

Jadwal operasional ini serupa dengan yang telah diterapkan selama masa transisi PSBB ke tatanan baru (new normal). Begitu juga dengan kapasitas penumpang yang diberlakukan per gerbang.

"Kebijakan yang diberlakukan melanjutkan kebijakan sebelumnya yaitu pembatasan jumlah penumpang 62-67 orang dalam satu kereta dan penerapan protokol BANGKIT di lingkungan MRT Jakarta yang akan tetap dilaksanakan dengan disiplin," katanya.

Kebijakan operasional ini merupakan dukungan dari MRT Jakarta terhadap pelaksanaan PSBB Total DKI. Sebab, pada masa PSBB nanti pekerja di 11 sektor bisnis esensial tetap diperbolehkan beraktivitas.

William juga memastikan bila ada perubahan jadwal, MRT Jakarta akan memberi informasi terbaru kepada penumpang secara berkala melalui berbagai kanal informasi perusahaan. Salah satunya media sosial.

Selain itu, jadwal tunggu kereta antar headway (stasiun) ditetapkan per 10 menit. "Good news-nya semua stasiun operasi, nggak ada yang ditutup. Kemudian jarak tunggu kereta antar stasiun cuma 10 menit, masih dalam jangkauan kenyamanan penumpang," ujar William.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini