Aksi Mogok Nasional, Pengusaha Minta Buruh Tetap Bekerja

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 21:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 320 2287065 aksi-mogok-nasional-pengusaha-minta-buruh-tetap-bekerja-unosCAFL5V.jpg Demo (Shutterstock)

JAKARTA - Kalangan pengusaha yang tergabung ke dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta kepada seluruh buruh untuk tak mengikuti aksi mogok nasional pada 6-8 Oktober 2020 mendatang.

Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja mengimbau para pekerja untuk tetap fokus bekerja agar kinerja keuangan perusahaan terus membaik. Terlebih, kini sedang ada pandemi Covid-19, yang mana sebaiknya menghindari tempat keramaian agar tak terjadi penyebaran wabah tersebur.

 Baca juga: KSPI Pertanyakan Perlindungan Buruh di RUU Cipta Kerja

"Khususnya terkait mogok kerja , dan ketentuan tentang penanggulangan Covid-19 yang saat ini sama-sama kita hadapi sehingga pekerja harus tetap bekerja," kata Shinta saat dihubungi, Kamis (1/10/2020).

Diketahui, Kegiatan merupakan bentuk penolakan kaum buruh terhadap pengesaham RUU Ciptaker. Dia menyebut pembahasan regulasi itu telah melibatkan segala pihak, termasuk para buruh.

 Baca juga: Tolak Omnibus Law, 5 Juta Buruh Bakal Mogok Nasional 6-8 Oktober

"Pemerintah dan DPR telah berkonsultasi dengan semua pemangku kepentingan dalam kaitan RUU Ciptaker. Khusus utk Ketenagakerjaan juga telah melalui pembahasan tripartite," ujarnya.

Sebelumnya, pimpinan konfederasi dan federasi serikat pekerja menyepakati untuk melakukan mogok nasional sebagai bentuk penolakan terhadap RUU Cipta Kerja. Rencananya aksi itu akan dilaksanakan pada 6 Oktober hingga 8 Oktober 2020.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memastikan kegiatan itu akan dilakukan secara konstitusional dengan tertib dan damai. Rencanya, dimulai pada 6 Oktober 2020 dan diakhiri pada saat sidang paripurna yang membahas RUU Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020.

“Dalam mogok nasional nanti, kami akan menghentikan proses produksi. Di mana para buruh akan keluar dari lokasi produksi dan berkumpul di lokasi yang ditentukan masing-masing serikat pekerja di tingkat perusahaan,” kata Said dalam keterangan tertulis.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini