Tingkat Hunian Kamar Hotel Berbintang Mulai Naik

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 470 2286795 tingkat-hunian-kamar-hotel-berbintang-mulai-naik-ktyJ0fqix0.jpg Hotel (Foto: Ilustrasi Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Agustus 2020 mencapai rata-rata 32,93% atau dibandingkan dengan TPK Juli 2020, angka ini mengalami kenaikan sebesar 4,86 poin.

Sedangkan, turun 21,21 poin dibandingkan dengan TPK bulan yang sama tahun 2019 yang tercatat sebesar 54,14%

"Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Agustus 2020 tercatat sebesar 1,64 hari, terjadi penurunan sebesar 0,2 poin jika dibandingkan keadaan Agustus 2019," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam video virtual, Kamis (1/10/2020).

Baca Juga: Cara Dekor Ruang Belajar Anak, Salah Satunya Kasih Rumus Einstein

Kata dia, TPK hotel yang lumayan tinggi terjadi di Lampung yang sebesar 48,7 poin. Kemudian di Sulawesi Selatan 46,8 poin dan Kalimantan Selatan 45 poin.

"Jadi dengan melihat lokasi ini pergerakan tingkat penghunian kamar bulanan nampak sangat bervariasi antar daerah kembali kuncinya semua harus betul-betul patuh kepada protokol kesehatan sehingga dampak covid bisa ditahan," jelasnya.

Baca Juga: Bingung Punya Ruang di Bawah Tangga untuk Apa, Begini 6 Cara Menyiasatinya

Sementara itu, menurut provinsi, rata-rata lama menginap tamu yang terlama pada Agustus 2020 tercatat di Provinsi Maluku yaitu 3,72 hari, diikuti Provinsi Sulawesi Selatan 2,64 hari, Provinsi Papua dan Sulawesi Utara masing-masing 2,23 per hari. Sedangkan rata-rata lama menginap tamu yang terpendek terjadi di Jawa Tengah yaitu 1,30 hari.

Untuk tamu asing, rata-rata lama menginap paling lama tercatat di Provinsi Kalimantan Selatan yaitu sebesar 17,92 hari. Sedangkan terpendek terjadi di Provinsi Maluku yaitu 1,00 hari. Sementara itu untuk tamu Indonesia rata-rata lama menginap tamu terlama tercatat di Provinsi Maluku sebesar 3,72 hari, sedangkan terpendek terjadi di Provinsi Jawa Tengah sebesar 1,30 hari.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini