Industri Properti Terpukul Corona, Semakin Parah jika RI Resesi

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 03 Oktober 2020 22:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 470 2287865 industri-properti-terpukul-corona-semakin-parah-jika-ri-resesi-iN6A3JNDWP.jpg KPR (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Industri properti terkena dampak dari pandemi virus corona (covid-19). Salah satu sektor yang terkena imbasnya adalah hunian seperti perumahan yang juga mengalami anjlok dalam penjualannya.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, dengan ekonomi yang mengalami resesi akan berpengaruh pada penjualan properti. Karena pelemahan ekonomi akan membuat daya beli masyarakat berkurang.

Baca Juga: Investasi Properti saat Resesi, Untung Enggak Ya? 

Wajar saja menurut Ferry, karena masyarakat cenderung akan menunda belanja kebutuhan yang dianggap kurang penting. Biasanya masyarakat akan cenderung membeli bahan pokok atau menyimpan uangnya.

“Dengan kondisi ekonomi saat ini, daya beli masyarakat semakin berkurang, dan masyarakat cenderung lebih selektif dalam melakukan pembelian, kebutuhan pokok akan lebih diutamakan, dan hal ini akan berdampak pada properti juga," ujarnya kepada Okezone, Sabtu (3/10/2020).

Baca Juga: BI: Penjualan Properti Turun hingga 43,19% 

Menurut Ferry, jika ekonomi mengalami resesi, industri properti juga akan semakin sulit untuk bisa rebound. Menurutnya, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa membalikan industri properti ke posisi semula.

“Berarti properti sulit untuk pindah ke kondisi semula, dan ini berarti masih membutuhkan lebih banyak waktu untuk pulih,” jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini