Kelebihan Pasokan Listrik, Apa Langkah PLN?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 04 Oktober 2020 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 320 2288234 kelebihan-pasokan-listrik-apa-langkah-pln-oy0OzqyCW6.jpg Listrik (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - PT PLN (Persero) mengakui telah terjadi oversupply pembangkit listrik atau pembengkakan pasokan listrik di sejumlah wilayah di Indonesia. Meski begitu, manajemen perseroan tidak menjelaskan wilayah mana saja yang mengalami oversupply dan berapa persentasenya.

Vice President Public Relations PLN Arsyadani Ghana Akmalaputri mengatakan, manajemen PLN akan mengambil langkah-langkah penanganan serius atas persoalan tersebut. Di mana, pihaknya akan melakukan penyeimbangan antara daerah yang mengalami surplus tenaga listrik dan daerah yang mengalami defisit listrik.

Baca juga: Erick Thohir Rombak Komisaris PLN, Ada Nama Kepala BPKP

"Untuk daerah yang surplus, (kami) akan menyeimbangkan antara pasokan dan beban," ujar Arsyadani saat dihubungi, Jakarta, Minggu (4/10/2020).

Arsyadani menyebut, surplus listrik yang terjadi di sejumlah daerah disebabkan adanya tingkat konsumsi listrik yang menurun akibat pandemi Covid-19. Hal itulah yang membuat pertumbuhan beban tidak sesuai dengan rencana perseroan.

Baca juga: Menteri ESDM Sebut PLN Tekor Selama Pandemi Covid-19

Meski mengakui akan segera melakukan penanganan pembengkakan pasokan listrik. Pihak manajemen irit bicara saat dikonfirmasi ihwal kelanjutan pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) yang dilaksanakan sejak 2015 lalu. Di mana, realisasi proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu pemicu terjadinya pembengkakan pasokan listrik.

Dalam catatan resmi PLN yang dipublikasi melalui laman websitenya pada 30 September 2020 kemarin, manajemen perseroan plat merah itu telah mengoperasikan dua proyek infrastruktur kelistrikan. Kedua proyek tersebut adalah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) 500 kiloVolt (kV) Tambun Incomer dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutt) 150 kV Tambun II Incomer.

 

Kedua proyek ini merupakan bagian dari proyek strategis PLN, khususnya peningkatan keandalan sistem interkoneksi 500 kV di DKI Jakarta dan sekitarnya.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat, Ratnasari Sjamsuddin menyebut, keberadaan Sutet dan Sutt akan meningkatkan kapasitas serta keandalan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi industri, masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Sehingga diharapkan dapat memacu pertumbuhan perekonomian.

Sutet 500 kV Tambun Incomer terdiri dari dua tower dengan panjang sirkit sepanjang 0,220 kilometer sirkuit (kms) yang dibangun pada lahan seluas 530 m2. Proyek ini dibangun sejak Desember 2018, di mana berfungsi untuk menyalurkan daya dari empat jaringan transmisi yakni Sutet 500 kV Tambun-Cibinong sirkit 1, Sutet 500 kV Tambun-Cibinong sirkit 2, Sutet 500 kV Tambun-Bekasi, dan Sutet 500 kV Tambun – Muara Tawar. Adapun proyek pembangunan ini memiliki nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp 19,5 miliar dan menyerap lebih dari 120 tenaga kerja.

“Fungsi dari pembangunan SUTET ini untuk menyalurkan daya dari sistem interkoneksi 500 kV melalui Gistet 500 kV Tambun dengan kapasitas 2 x 500 MVA serta meningkatkan fleksibilitas operasi terhadap Gitet 500 kV Cibinong, Gitet 500 kV Bekasi, dan Gitet 500 kV Muara Tawar,” kata Ratnasari.

Sementara itu, di sektor distribusi listrik, manajemen PLN telah melakukan perjanjian kerja sama jual beli tenaga listrik (SPJBTL) pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) Bayu dengan PT Wahana Energi Sejahtera tandatangani. Kerja sama itu dilakukan dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) pada 3 Oktober kemarin.

PLTMH Bayu berkapasitas 2×1,8 MW dikelola oleh Wahana Energi Sejahtera sementara PLTMH Sumber Arum 2 berkapasitas 2×1,5 MW dikelola oleh Mega Hidro Energi. Keduanya akan beroperasi secara resmi pada tahun 2021 mendatang dan nantinya menyokong kebutuhan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini