Inspiratif, Dulu Preman Kini Pedagang Bubur Omzet Rp60 Juta

Kristadi, Jurnalis · Minggu 04 Oktober 2020 21:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 455 2288239 inspiratif-dulu-preman-kini-pedagang-bubur-omzet-rp60-juta-8KGjwkBfeM.jpg Warung Burjo (Foto: Kris/Okezone)

SEMARANG - Berawal dari kebiasaan nongkrong di warung, seorang pemuda mantan preman di Kota Semarang bisa sukses menjadi pengusaha kuliner bubur kacang hijau atau burjo.

Tidak hanya mempunyai satu warung saja, pemuda yang berusia 27 tahun, yakni Ardian Artim mampu membuka cabang baru dengan lokasi yang lebih nyaman, dengan omzet per bulan mencapai Rp60 juta.

Baca juga: 4 Cara Dapat Modal untuk Membuat Startup

Masa lalu kelam yang dirasakannya sebagai seorang preman jalanan, kini sudah ditinggalkan. Pasalnya, dirinya telah sukses mengelola warung makan bernama Burjoni yang terletak di Jalan Sirojudin, Tembalang, Semarang.

Warung makan dengan menu bubur kacang hijau, mie instan, serta menu nasi lainnya tersebut dibuat lebih modern, dan tentu nyaman untuk tempat nongkrong, terutama bagi kalangan mahasiswa di sekitar kampus Undip Tembalang.

Baca Juga: 6 Cara Kembangkan Bisnis, Skill Nego Jadi Kewajiban

Walaupun mengaku tidak bisa masak, Artim berusaha menghadirkan menu spesial andalan warung Burjoni, yaitu ayam bumbu Bali, yang dibuat langsung oleh tiga karyawannya.

Artim mengisahkan dahulu selepas ditinggal kedua orang tuanya, dari SMA hingga menjadi mahasiswa, pernah menjadi pemuda nakal. Untuk menopang hidup sehari-hari, Artim bekerja serabutan, mulai dari ngamen hingga menjadi preman pun pernah dijalani selama 5 tahun.

Suatu hari, dirinya terpikir untuk mengubah nasib. Hanya berdasarkan kepercayaan salah seorang teman pada tahun 2019, dia pun mendapat modal untuk membuka tempat nongkrong berupa warung mie dan bubur kacang ijo di sekitar kampus IAIN Ngaliyan, Semarang.

 

Tidak butuh waktu yang lama, Artim pun sudah bisa menabung dan membuka cabang warung baru dengan konsep ala mahasiswa dan tentu menu makanan yang serba murah.

Artim mengaku, selama 2 bulan ini, justru warungnya mengalami perkembangan yang cukup pesat, dengan omzet Rp60 juta per bulan. Kini, selain hidup berkecukupan dan menjadi jutawan muda, mantan preman ini pun bisa membiayai kuliah adiknya di Undip Semarang.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini