Share

BUMN Farmasi Segera Jual Antivirus Covid-19 Seharga Rp1,3 Juta

Rina Anggraeni, Sindonews · Senin 05 Oktober 2020 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 320 2288534 bumn-farmasi-segera-jual-antivirus-covid-19-seharga-rp1-3-juta-hoXjCOzJbs.jpg Indofarma Produksi 400 Ribu Antivirus Covid-19. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Indofarma Tbk (INAF) segera menjual obat Covid-19 bermerk Desrem, antivirus berbentuk serbuk injeksi liofilisasi yang mengandung zat aktif remdesivir.

Adapun, penanganan Covid-19 lainnya adalah Desrem™ Remdesivir Inj 100 mg, yang merupakan produk antiviral hasil produksi Mylan Laboratories Ltd, yang akan dipasarkan oleh PT Indofarma Tbk, dalam waktu dekat.

"Rencananya hari ini kita jual harga Remdesivir dari Indofarma Rp1,3 juta. Produk yang akan kami pasarkan dalam waktu dekat adalah Desrem™ Remdesivir Inj 100mg, yang telah mendapatkan persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) di Indonesia dan telah disetujuioleh BPOM melalui penerbitan Nomor Izin Edar yang sudah diterbitkan pada tanggal 30 September 2020" ujar Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto, di Jakarta, Senin (5/10/2020).

 

Desrem™ Remdesivir Inj 100mg akan mulai dipasarkan pekan depan, merupakan obat yang digunakan untuk penggunaan pada pasien rawat inap Covid-19 dalam kondisi sedang-berat. Kemudian untuk ketersediaan stock untuk bulan ini, sudah ada sebanyak sekira 400.000 vial dengan harga yang tentunya terjangkau oleh masyarakat.

Baca Juga: Vaksin Corona dari China Bakal Didistribusikan Maret 2021, Ini Penjelasan Bos Indofarma

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, bergabungnya entitas BUMN farmasi dalam suatu naungan holding, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam percepatan penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Ini sisi pencegahan melalui penyediaan vaksin, penanganan melalui pengobatan dan pemberian multivitamin, maupun melaluipenyediaan alat kesehatan," katanya.

Baca Juga: Kabar Baik! Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia, Ini Pernyataan Kemenkes

Dua anggota BUMN Holding Farmasi, yaitu PT Kimia Farma Tbk saat ini sudah mampu memproduksi obat untuk penanganan Covid-19, yaitu Favipiravir yang dapat dipergunakan untuk terapi Covid–19, hasil besutan dari PT Kimia FarmaTbk.

Selain Favipivar, PT Kimia Farma Tbk, dan anak usahanya, PT Phapros, Tbk, telah berhasil memproduksi juga beberapa obat untuk penanganan Covid-19 antara lain Chloroquine, Hydroxychloroquine, Azithromycin, Favipiravir, Dexamethasone dan Methylprednisolon.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo menambahkan, untuk jenis obat Favipiravir yang dapat dipergunakan untuk terapi Covid–19, sudah dapat diproduksi sendiri oleh Kimia Farma, dan merupakan produk pertama di Indonesia yang dikembangkan sendiri oleh Badan Usaha Milik Negera (BUMN), dan telah mendapatkan Nomor Ijin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

"Ini akan distribusikan ke seluruh layanan kesehatan sesuai dengan regulasi Pemerintah. Selain obat-obatan dan multivitamin, PT Kimia Farma Tbk melalui jaringan ritelnya juga mendistribusikan alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer serta melakukan layanan pemeriksaan yaitu Rapid Test yang hasil produksi PT Kimia Farma Tbk sendiri dan PCR Test di seluruh jaringan layanan kesehatan PT Kimia Farma Tbk yang tersebar di seluruh Indonesia," katanya.

Kimia Farma juga memproduksi beberapa multivitamin penambah daya tahan tubuh seperti Vitamin C (tablet dan injeksi), Becefort, Fituno dan Geriavita sebagai tambahan produk untuk menjaga daya tahan tubuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini