Impor Garam dan Gula Tetap Dibuka, Tapi Importirnya Terbatas

Dita Angga R, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 320 2288709 impor-garam-dan-gula-tetap-dibuka-tapi-importirnya-terbatas-MbH7qvQLjm.jpg Garam (Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa dari hasil rapat terbatas (ratas) Presiden Joko Widodo (Jokowi) setuju untuk tetap dilakukan impor garam dan gula hanya untuk industri yang membutuhkan. Dia menekankan untuk kali ini impor dilakukan oleh industri yang membutuhkan langsung dengan rekomendasi Kementerian Perindustrian.

“Jadi tadi keputusan penting yang saya pikir mendasar dari presiden, presiden setuju bahwa industri-industri yang untuk makanan dan industri yang butuhkan garam industri, itu mereka mengimpor langsung. Dengan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian,” katanya seusai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (5/10/2020).

 Baca juga: Jurus Kemenperin Capai Target Substitusi Impor 35% Tahun 2022

“Saya tambahkan, ini bukan hanya garam loh. Ini gula juga. Gula pun nanti industri itu yang impor,” ujarnya.

Luhut menegaskan bahwa industri pengguna tidak boleh membocorkan gula dan garam impor ke pasaran. Jika diketahui bocor ke pasaran maka izinnya akan dicabut.

 Baca juga: Tekan Impor LPG, Erick Thohir Dekati Amerika

“Jadi misalnya, industri kaca dia butuh garam ,dia impor. Kalau dia melanggar atau membocorkan ke market membuat garam rakyat turun, ya izinnya dicabut,” ungkapnya.

“Gula pun yang nanti impor hanya industri-industri pangan yang memerlukan gula. Jai tidak lagi dari orang lain sehingga itu nanti jadi permainan. Jadi industri makanan misalnya dia perlu gula, dia mengimpor,” ujarnya.

Dia memastikan dengan sistem ini maka tidak akan ada lagi importir garam maupun gula.

“Jadi tidak ada lagi importir gula. Jadi industri makanan itu yang impor. Jadi lebih sederhana. Kalau melanggar dan jual kepasar akan kena sanksi. Jadi kita tidak akan ada harga gula yang bikin gila-gilaan,” ungkapnya.

“Supaya kita bertahun-tahun jangan direcokin soal gula dan garam ini lagi. Kalau begini saya kira akan kurang,” tuturnya.

Lebih lanjut Luhut mengungkapkan alasan perizinan impor dilakukan oleh Kementerian Perindustrian karena yang paling tahu kebutuhan industri terhadap gula dan garam.

“Itu saya kira akan dibuat, diinventirasi oleh Pak Agus Gumiwang. Dan itu nanti akan diterbitkan ke publik. Sehingga publik akan ikuti awasi benar ngga jumlahnya,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini