Cek Pelabuhan Tanjung Priok, Bahlil Pastikan Aktivitas Ekonomi Berjalan

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 320 2288760 cek-pelabuhan-tanjung-priok-bahlil-pastikan-aktivitas-ekonomi-berjalan-BPBwiX7UjQ.jpeg Pelabuhan (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengunjungi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II/ IPC di pelabuhan Tanjung Priok. Kunjungan dilakukan untuk meninjau aktivitas bongkar muat barang ekspor dan impor.

Kepala BKPM ingin memastikan bahwa aktivitas kepelabuhanan tetap dapat berjalan walaupun mengalami perlambatan akibat pandemi COVID-19. Sebab, IPC memiliki peran strategis bagi investasi, yaitu dalam hal kemudahan arus barang impor dan ekspor bagi proses produksi sebuah perusahaan.

Baca Juga: Nasib Ekonomi RI Bergantung Penemuan Vaksin Covid-19

“Saya mendengar dari Pak Dirut IPC. Walaupun arus barang ekspor impor mengalami penurunan akibat pandemi, arus barang domestik justru mengalami eskalasi. Ini sinyal yang bagus. Artinya ada ketahanan ekonomi lokal di Indonesia. Harus didukung itu,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Senin (5/10/2020). 

Bahlil menilai bahwa sinyal positif ekonomi di daerah yang masih bergeliat, harus direspons oleh pemerintah dan diberikan dukungan berupa kemudahan seperti insentif fiskal. Selain itu, BKPM juga akan mendorong upaya IPC untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri di masa pandemi ini. Hal ini sejalan dengan semangat pemerintah menggalakkan program peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di perusahaan.

Baca Juga:  Beredar Harga Vaksin Covid-19 dari Rp60.000 hingga Rp2 Juta

“Masa pandemi ini dapat menjadi kesempatan besar untuk meningkatkan TKDN dan mengembangkan industri lokal. Mari kita bangun optimisme dan kreativitas agar kita tidak terpengaruh banyak dari pandemi ini,” pungkas Bahlil.

Kegiatan ekspor impor merupakan penyumbang utama bagi pendapatan pelabuhan, dan situasi pandemi global ini mengakibatkan perlambatan arus barang di seluruh dunia, tidak terkecuali ekspor impor Indonesia. IPC sendiri mengelola 12 pelabuhan dengan total pendapatan usaha pada tahun 2019 mencapai Rp12 triliun.

Arus ekspor impor barang secara keseluruhan mengalami dampak negatif dari pandemi. Penurunan yang cukup dalam terjadi pada periode akhir semester pertama tahun 2020. Diharapkan dengan mulainya kegiatan ekonomi di negara Asia bisa membawa dampak meningkatnya arus ekspor impor di Indonesia yang mayoritas melayani Intra Asia.

Pada periode Januari hingga Agustus 2020 arus petikemas di seluruh terminal peti kemas kelolaan IPC mengalami penurunan hingga 9,9% atau sekitar 4,45 juta TEUs bila dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 4,95 juta TEUs.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini