Bakal Ada PEN Restorasi Terumbu Karang, Ini Tujuannya

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 320 2288762 bakal-ada-pen-restorasi-terumbu-karang-ini-tujuannya-G5qEF4scGe.jpg Ilustrasi Terumbu Karang (Foto: KKP)

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Pemerintah Provinsi Bali akan meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya melalui Taman Terumbu Karang Indonesia (ICRG) pada Rabu 7 Oktober 2020.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi PEN Restorasi Terumbu Karang ICRG yang diadakan secara virtual pada hari ini. Program itu bertujuan untuk mempersiapkan program yang akan segera dilaksanakan pada 5 daerah di Provinsi Bali.

 Baca juga; Wafat karena Covid-19, Dirjen PRL KKP Akan Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kelima daerah yang menjadi lokasi program PEN ini antara lain Pantai Sanur, Pantai Nusa Dua, Pantai Pandawa, Pantai Serangan, dan Buleleng.

"Dengan mengembangkan sektor kelautan dana stimulus dari pemerintah akan membantu masyarakat memiliki alternatif mata pencaharian dan tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata saja,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2020).

 Baca juga: Kini Ekspor Perikanan ke Jepang Bisa Langsung dari Manado

Kemudian, lanjut dia, pada masa pandemi ini, Bali perlu mengembangkan sektor kelautan agar perekonomian masih bisa berjalan.

"Pak Gubernur Bali (Wayan Koster) ngomong sama Universitas Udayana untuk bikin studinya. Program apa saja yang bisa segera dibuat dan dikerjakan tahun ini biar dapat dimasukkan ke anggaran tahun depan,” ungkap dia.

 Baca juga: Negara Raup Rp6,9 Miliar dari Pengelolaan Ruang Laut

Sebagai informasi, pelaksanaan program PEN Restorasi Terumbu Karang ini dikoordinasikan Kemenko Marves. Lalu untuk penyelenggara kegiatannya adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) khususnya Dirjen Pengelolaan Ruang Laut. Kemudian dalam pelaksanaan di lapangan KKP akan dibantu oleh Pemda Bali, LIPI, BKSDA Bali, Perguruan Tinggi, serta Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

“Pelaksanaan program ini sudah sangat maju, dan koordinasi antara Kemenko Marves serta KKP telah berjalan dengan baik. Saat ini lahan yang disediakan masih meliputi 50 hektar tetapi kita sudah menjalankan tepat waktu,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang hadir dalam kesempatan tersebut.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini