Hemat Jadi Amunisi Tepat Saat Indonesia Alami Resesi

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 622 2288606 hemat-jadi-amunisi-tepat-saat-indonesia-alami-resesi-5Hd9xcMPvl.jpg Tips Mengatur Keuangan di Tengah Resesi Ekonomi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pengelolaan keuangan menjadi hal sangat penting di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, ekonomi Indonesia terancam resesi karena pertumbuhan masih negatif.

Menurut Perencana Keuangan Mike Rini, ada beberapa kiat-kiat mengelola keuangan saat adanya ancaman resesi. Pertama, semua orang harus bisa evaluasi pengeluaran atau biaya hidup.

"Jadi sebisa mungkin pengeluaran kita harus hemat. Misalnya kita selalu membeli barang-barang banyak atau kebutuhan yang tidak perlu, maka untuk saat ini usahakan beli barang seperlunya saja atau kurangi belanjaan," ujar dia kepada Okezone, Senin (5/10/2020).

Baca Juga: Menabung saat Resesi, 5 Mindset Ini Wajib Dihilangkan

Kemudian, lanjut dia, kedua, evaluasi proteksi. Di mana dengan pandemi resiko kesehatan menjadi yang terbesar. Memang semua pihak saat ini sehat tapi belum tahu mungkin bisa terpapar Covid-19.

"Apabila terpapar Covid-19 akan mengeluarakan biaya pengobatan biasanya. Maka itu kita harus evaluasi dan proteksi asuransi. Seperti asuransi BPJS Kesehatan dan asuransi lainnya yang sudah dibayar," ungkap dia.

Lalu, ada juga evaluasi resiko yang nantinya semua pihak bisa survive atau bertahan pada ancaman resesi. Dan ada juga evaluasi investasi.

Baca Juga: Hal yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan saat Indonesia Resesi

"Evaluasi investasi itu kita harus balance atau seimbang antara investasi yang sudah pasti dengan investasi yang belum pasti seperti emas dan saham," jelas dia.

Investasi pasti itu seperti ORI yang bisa membelinya. Pihaknya juga ingin semua orang tau terkait investasi jangka panjang pendek. Keduanya juga harus dilakukakan secara bersama.

"Jangan kita lakukan investasi jangka panjang saja. Tapi kita juga harus bisa seimbang untuk kedua investasi tersebut," tandas dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini