Gandeng Kejagung, SKK Migas Minta Pengamanan Aset Hulu Migas

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2020 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 320 2289908 gandeng-kejagung-skk-migas-minta-pengamanan-aset-hulu-migas-O7sj447QEq.jpg SKK Migas Gandeng Kejagung Amankan Hulu Migas. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

 JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menjalin kerjasama dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menyelesaikan masalah-masalah hukum di industri hulu minyak dan gas bumi (migas), dalam rangka kepastian bisnis dan menjaga penerimaan negara.

Kerjasama tersebut diformalkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) terkait penanganan masalah-masalah yang menyangkut SKK Migas sebagai perwakilan negara di sektor hulu migas.

Baca Juga: Diduga Kena Covid-19, Pejabat SKK Migas Meninggal Dunia

Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Susana Kurniasih mengatakan penandatanganan dilakukan secara terpisah, mengikuti protokol Covid-19.

“Dalam hal menjalankan tugas dan pengambilan keputusan, tentu SKK Migas tidak terlepas dari permasalahan hukum. Dengan adanya kerjasama dengan pihak Jamdatun, SKK Migas berharap akan mendapatkan dukungan dalam mengatasai permasalahan atau gugatan hukum dari pihak lain sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian industri hulu migas serta kerugian lain,” kata Susana di Jakarta (7/10/2020).

Baca Juga: 2.030 Pekerja Migas Positif Covid-19, 9 Meninggal Dunia

Susana menambahkan, saat ini SKK Migas mengelola aset hulu migas negara yang bernilai Rp841 Triliun, di mana terdapat ribuan kontrak setiap tahun beserta implementasinya.

“Dari ribuan kontrak tersebut, terdapat beberapa perselisihan dengan pihak ketiga yang akhirnya berujung pada gugatan di jalur hukum. Karena SKK Migas memiliki keterbatasan sumber daya manusia, maka kami melihat kerjasama ini menjadi jalan keluar terbaik bagi Negara. Tantangan kami saat ini adalah meningkatkan produksi migas, sehingga melalui kerjasama ini SKK Migas dapat mengalokasikan sumber daya secara tepat dan optimal” ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini