Investasi ORI, Merem Bisa Dapat Cuan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 622 2290369 investasi-ori-merem-bisa-dapat-cuan-7ndaYdiy6s.jpg Investasi Obligasi Ritel Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Instrumen investasi Obligasi Ritel Indonesia (ORI) bisa menjadi salah satu opsi meraup keuntungan. Apalagi adanya pandemi virus corona yang membutuhkan investasi yang aman agar uang juga tidak habis.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan, investasi di ORI bisa menjadi salah satu pilihan yang bagus. Karena instrumen investasi ini memiliki risko yang minim.

Baca Juga: Investasi Jangan Selalu Mikir Keuntungan, Lihat Warren Buffett

Sebab, bunga dari investasi ini juga stabil atau flat setiap tahunnya. Selain itu, pemerintah juga bertindak sebagai penjamin sehingga uang yang diinvestasikan tidak akan hilang.

"Memang tadi yang disampaikan kakanda. bahwa sebagai sebuah instrumen yang diterbitkan oleh pemerintah boleh dibilang risikonya 0," ujarnya dalam sebuah diskusi virtual yang ditulis Kamis (8/10/2020).

Deni mengibaratkan, investasi di obligasi ritel pemerintah ini cukup dengan tidur saja sudah bisa berhasil menghasilkan cuan. Namun sayangnya, sangat jarang masyarakat yang sadar akan hal tersebut.

Baca Juga: Harta Budi Hartono Hilang Rp61 Triliun karena Covid-19

"Sehingga memang ketika kita menaruh di ORI merem pun akan menguntungkan namun seolah-olah tidak menarik. Tapi sebetulnya kalau kita mau bermain bisa. Asal tahu ilmunya," jelasnya.

Menurut Deni, obligasi ritel pemerintah ini juga bisa dipakai oleh dua jenis investor. Pertama adalah investor yang bersifat generalis dan yang kedua yakni spesialis.

Generalis merupakan jenis investor yang menguasai semua instrumen investasi meskipun hanya sedikit. Sedangkan investor spesialis adalah investor yang menguasai beberapa instrumen saja tapi secara mendetail.

"Obligasi ritel sebagai instrumen bisa masuk atau dipakai sebagai alat oleh dua jenis investor ini (generalis dan spesialis) terserah bagaimana menggunakannya," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini