PR Besar Inklusi Keuangan Indonesia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 21:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 320 2291322 pr-besar-inklusi-keuangan-indonesia-5xOFGcYTwz.png OJK Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan berbagai terobosan dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah antara lain melalui sosialisasi dan edukasi keuangan ke berbagai kelompok masyarakat.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Puji Rahayu mengatakan, perbankan syariah sangat penting dalam upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Mengingat kendala yang dihadapi sangat beragam baik secara demografis maupun geografis.

Baca Juga: Suntikan Likuiditas Perbankan Rp666 Triliun, Bos BI: Sudah Cukup

"Tahun ini, terdapat total 4.727 rencana kegiatan edukasi dari sedikitnya 2.602 pelaku usaha jasa keuangan. Dari OJK sendiri, akan mengadakan sedikitnya 465 kegiatan," kata Puji dalam diskusi virtual, Jumat (9/10/2020).

Puji mengatakan, pihaknya terus melakukan edukasi demi mendorong tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah. Agar edukasi tepat sasaran, maka OJK melakukan pemetaan menggunakan empat indikator yaitu tingkat literasi, inklusi, gini ratio dan pendapatan dalam Rupiah.

Baca Juga: Krisis Ekonomi, Likuiditas Bank Swasta Mengkhawatirkan

"Dari 34 provinsi ada 13 provinsi yang memiliki di bawah angka nasional. Ini lebih bagus dibandingkan konvensional. Kalau konvensional itu ada sekitar 21 provinsi yang masih di bawah rata-rata,” ujarnya.

Namun dengan pemetaan tersebut, Puji mengatakan OJK lebih terbantu dalam memberikan edukasi yang tepat sasaran. Misalnya bagi provinsi yang masuk daerah hijau, maka daerah tersebut biasanya lebih siap menerima edukasi.

“Tapi kalau di daerah yang masih merah PR nya lebih berat. Sehingga harus ada upaya masif untuk sekadar mereka tahu dulu,” tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini