Sri Mulyani Buka-bukaan Soal Utang dari Zaman Belanda

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 320 2292112 sri-mulyani-buka-bukaan-soal-utang-dari-zaman-belanda-1qjK9eJhgt.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 ini banyak mendapatkan warisan dari para penjajah. Mantan anggota Bank Dunia ini menyebutkan pada saat merdeka, Indonesia sudah mendapatkan warisan yaitu utang.

Adapun, utang ini berasal dari zaman kolonial yang pernah menjajah Indonesia seperti Belanda.

 Baca juga: Kemenkeu Catat Piutang Negara Sebesar Rp358,5 Triliun

" Dari ekonomi sendiri kita diberikan perekomomian yang rusak namun juga utang dari pemerintah kolonial," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (12/10/2020).

Dia melanjutkan utang yang diberikan pada Indonesia dari Penjajah Belanda hingga mencapai USD10 miliar. Hal ini membuat saat merdeka, Indonesia mengalami keterpurukan ekonomi.

 Baca juga: Tarik Utang Rp693,6 Triliun, Sri Mulyani: Butuh Biaya Besar

"Harta kekayaan yang ada itu rusak karena perang dan seluruh investasi yang dibekukan pemerintahan Belanda itu menjadi investasi pemerintah jadi utang buat Indonesia. Warisan utangnya hingga USD13 miliar pada saat GDP kecil di Indonesia," jelasnya.

Dia menambahkan setiap presiden baik pertama hingga sekarang terus melakukan reformasi ekonomi. Hal ini untuk memperbaiki ekonomi Indonesia.

"Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1949. Kalau kita bayangi dari Indonesia 1945-1949 itu Indonesia mendapatkan intimidasi, makanya setiap presiden ini memiliki kebijakan masing-masing," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini