Jelang Resesi, Mulai Nabung 10% dari Gaji Buat Dana Darurat

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 622 2292245 jelang-resesi-mulai-nabung-10-dari-gaji-buat-dana-darurat-3xPyi9hCMU.jpg Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tabungan dan Investasi sangat penting untuk disiapkan dalam masa pandemi seperti saat ini. Apalagi, ekonomi Indonesia juga saat ini berada di dalam bayang-bayang resesi.

Mengingat, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga sudah mengakui secara terbuka jika pada kuartal III nanti ekonomi Indonesia bakal resesi. Di tambah lagi, pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia -5,3% secara tahunan (year on year/yoy).

Baca Juga: Mengelola Keuangan Bisa Sontek Strategi Orang-Orang Kaya di Dunia

Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan, investasi dan tabungan ini nantinya bisa digunakan sebagai dana darurat ketika situasi buruk terjadi. Apalagi, ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pemotongan gaji juga masih bisa terjadi. 

Namun untuk besaran uang yang harus disisihkan bisa lebih fleksibel. Namun biasanya dirinya menyarankan 10% dari penghasilan bisa disisihkan untuk tabungan dan investasi.

Baca Juga: Cara Mudah Menabung agar Cepat Kaya

Artinya, jika memiliki penghasilan Rp5 juta, setiap bulan bisa menyisihkan Rp500.000 setiap bulannya. Sementara itu jika ditabung selama setahun, maka bisa menabung sekitar Rp6 juta setiap tahunnya.

“Kalau tabungan dan investasi paling sedikit 10% (dari penghasilan bulanan) minimal,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (12/10/2020).

Namun lanjut Safir, angka tersebut hanya sebagai patokan minimal. Karena bagi mereka yang memiliki penghasilan berlebih bisa saja menganggarkan dana untuk investasi dan menabung yang lebih tinggi.

Bahkan menurutnya, beberapa orang ada yang menganggarkan dana untuk tabungan dan investasinya hingga 50% dari pendapatan. Namun lagi-lagi dengan syarat bahwa kebutuhan sehari-harinya sudah terpenuhi.

“Artinya lebih dari 10% boleh tapi jangan kurang. Tapi minimal 10%. Ada orang yang dia bisa nabung 30% ada yang penghasilannya besar sekali bisa sampai 50%,” jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini