Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Singapura Longgarkan Perjalanan Bisnis, Bursa Strait Times Menguat Tajam

Rani Hardjanti , Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2020 |11:54 WIB
Singapura Longgarkan Perjalanan Bisnis, Bursa Strait Times Menguat Tajam
Saham (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Bursa saham Singapura, Index Strait Times, berlari kencang pagi ini. Investor bergairah melakukan aksi buy.

Tingginya minat investor untuk membeli dilatarbelakangi oleh kebijakan pemerintah Singapura yang mulai membuka Travel Corridor Arrangement (TCA) dengan negara tetangga.

 Baca juga: Waspada Resesi Makin Parah, Ekonomi Singapura Kuartal III Diprediksi Minus 7,6%

Berdasarkan pantauan Okezone, Selasa (13/10/2020), Index Strait Times naik 1,98% atau 50,37% ke posisi 2.589,65.

Pada pembukaan, indeks terpantau di level 2.526,97. Selama perdagangan berada di rentang harian 2.579,61 - 2.596,41.

Seperti diketahui, Indonesia dan Singapura sepakat membuka Pengaturan Koridor Perjalanan (Travel Corridor Arrangement/TCA) menyusul negosiasi antara kedua negara. Pengaturan Garis Hijau Timbal Balik (Reciprocical Green Line/RGL) itu diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Senin (12/10/2020) kemarin.

 Baca juga: Pulihkan Ekonomi, Singapura Tambah Anggaran Stimulus Rp85,8 Triliun

“Negosiasi Indonesia-Singapura untuk TCA atau RGL dinyatakan telah selesai. Dengan selesainya negosiasi ini, maka secara resmi pada hari ini pula TCA / RGL secara resmi saya luncurkan,” kata Menlu Retno dalam pengarahan pers, Senin. Singapura juga meluncurkan pengaturan ini pada hari yang sama.

Sesuai kesepakatan kedua negara, TCA/RGL akan berlaku 14 hari setelah diumumkan. Berarti pengaturan ini mulai berjalan pada 26 Oktober 2020.

Menurut Direktur Utama Anugerah Mega Investama Hans Kwee, menguatnya bursa Singapura karena adanya kelonggaran dengan ditandai TCA. "Ïni menguntungkan sekali," ujarnya kepada Okezone, Selasa (13/10/2020).

Kebijakan negara tetangga yang melonggarkan sisi ekonomi dengan Indonesia akan menguntungkan. mengingat Singapura adalah negara yang memiliki dominasi industri sektor jasa. Dengan demikian investor Indonesia bisa melakukan kembali kegiatan bisnis di Singapura.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement