Waspada Resesi Makin Parah, Ekonomi Singapura Kuartal III Diprediksi Minus 7,6%

Fakhri Rezy, Jurnalis · Selasa 08 September 2020 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 320 2274244 waspada-resesi-makin-parah-ekonomi-singapura-kuartal-iii-diprediksi-minus-7-6-EkuAASFb1A.jpg Singapura (Foto: Shutterstock)

SINGAPURA - Ekonomi Singapura telah mengalami resesi. Namun, pasalnya Singapura akan melanjutkan kejatuhannya di kuartal III-2020.

Melansir CNBC, Jakarta, Selasa (8/9/2020), ekonomi Singapura diperkirakan akan menyusut 7,6% pada kuartal ketiga dibandingkan tahun lalu. Dengan pandemi virus korona tetap menjadi ancaman ekonomi utama, menurut survei bank sentral terhadap para ekonom dan analis.

 Baca juga: Mengintip Peran Pengusaha Pulihkan Ekonomi Singapura dari Resesi

Hal ini akan menjadi kontraksi ekonomi Asia Tenggara ketiga berturut-turut dari tahun ke tahun. Namun, masih akan ada peningkatan dari penurunan kuartal kedua sebesar 13,2% dibandingkan tahun lalu. Hal ini menurut data Departemen Statistik Singapura.

Survei triwulanan dikirim bulan lalu kepada 28 ekonom dan analis yang memantau ekonomi negara dengan cermat. Otoritas Moneter Singapura menerima balasan dari 26 di antaranya.

 Baca juga: Resmi Resesi, Ekonomi Singapura Minus 13,2% di Kuartal II-2020

Berikut adalah perkiraan responden survei untuk berbagai sektor pada kuartal III-2020:

- Akomodasi dan layanan makanan akan menyusut sebesar 30% pada kuartal Juli-September dibandingkan dengan tahun lalu;

- Konstruksi, salah satu sektor yang paling bergantung pada pekerja migran, diproyeksikan berkontraksi sebesar 25% dari tahun ke tahun;

- Perdagangan grosir dan eceran, serta manufaktur, diperkirakan mengalami kontraksi masing-masing sebesar 6% dan 0,6% per tahun;

Baca juga: Singapura Jadi Raja Investasi di Indonesia meski Resesi

- Keuangan dan asuransi tampaknya menjadi titik terang, dengan para ekonom mengharapkan sektor ini berkembang sebesar 4,7% pada kuartal ketiga dari tahun sebelumnya.

Untuk setahun penuh, responden survei memperkirakan produk domestik bruto Singapura turun 6%, kata MAS. Itu sejalan dengan perkiraan pemerintah untuk kontraksi antara 5% dan 7%.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini