Resesi Terburuk, Ekonomi Singapura Minus 5,8% Sepanjang 2020

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 04 Januari 2021 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 320 2338438 resesi-terburuk-ekonomi-singapura-minus-5-8-sepanjang-2020-dLm8i9I4RU.png Ekonomi Singapura (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Perekonomian Singapura mengalami kontraksi sedikit lebih baik dari yang diprediksi di tahun 2020. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan aktivitas pada kuartal IV setelah adanya pelonggaran pembatasan terkait covid-19.

Melansir dari CNBC, Senin (4/1/2021), ekonomi Singapura mengalami kontraksi 5,8% pada 2020 (year on year/yoy). Angka itu lebih baik dari perkiraan resmi yang sebelumnya sekitar -6% dan -6,5%.

Secara khusus, pada kuartal terakhir tahun lalu, ekonomi Singapura menyusut 3,8% dibandingkan tahun lalu (yoy). Sehingga pada kuartal keempat, Product Domestic Bruto (PEB) dari Singapura tumbuh 2,1%.

Baca Juga: Ekonomi Singapura Minus 5,8% di Kuartal III, Resesi Belum Berakhir

Namun, ini yang terburuk sejak kemerdekaan lebih dari setengah abad yang lalu dan kontraksi tahunan pertama sejak 2001.

Perekonomian yang bergantung pada perdagangan Singapura terpukul oleh penurunan aktivitas tahun lalu karena negara-negara secara global memberlakukan lockdown untuk memperlambat penyebaran Covid-19.

Di dalam negeri, Singapura menerapkan langkah-langkah "pemutus sirkuit" pada awal April dan mulai mencabutnya sejak awal Juni. Meskipun beberapa tindakan tetap ada, seperti wajib memakai topeng di tempat umum, namun hal tersebut memungkinkan sebagian besar kegiatan ekonomi dilanjutkan di negara-kota itu.

Industri penghasil barang tumbuh 3,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan manufaktur tumbuh 9,5% dari tahun ke tahun. Sektor konstruksi mencatat kontraksi kuartal keempat berturut-turut, tetapi kontraksi 28,5% tahun ke tahun lebih baik dari kuartal sebelumnya.

Industri penghasil jasa juga terus menyusut untuk kuartal keempat berturut-turut, mencatat kontraksi 6,8% tahun-ke-tahun.

Perkiraan kemajuan untuk kuartal keempat sebagian besar didasarkan pada data dari Oktober dan November.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini