Naik 93,67% Berkat Diakuisisi Bangkok Bank, Saham BNLI Dipantau BEI

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 09:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 278 2293311 naik-93-67-berkat-diakuisisi-bangkok-bank-saham-bnli-dipantau-bei-75lxygbC45.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan saham PT Bank Permata Tbk. Hal ini dikarenakan adanya pergerakan saham BNLI yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity).

Mengutip keterangan BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020), BEI menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan hargasaham BNLI yang di luar kebiasaan. Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

 Baca juga: Integrasi dengan Bangkok Bank, Bank Permata Siap Naik Kelas 2021

Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 9 Oktober 2020 yang dipublikasikan melalui website BEI. Di mana, terkait laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham Perusahaan Terbuka dan laporan informasi atau fakta material sehubungan dengan pengumuman keterbukaan informasi atas pelaksanaan penawaran tender wajib oleh Bangkok Bank Public Company Limited.

Dari pantauan Okezone, pada pembukaan 9 Oktober 2020, saham BNLI berada di Rp1.580 dan pada penutupan terakhir 13 Oktober 2020 berada di Rp3.060. Maka dari itu, saham BNLI naik Rp1.480 atau 93,67% selama 3 hari perdagangan.

 Baca juga: Genggam Saham BRIS? Ini Rekomendasi Analis untuk Para Investor

Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham BNLI tersebut, perlu disampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu para investor diharapkan untuk:

a.Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa;

b.Mencermati kinerja PerusahaanTercatat dan keterbukaan informasinya;

c.Mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS;

d.Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini