Begini Cara RI dan Inggris 'Perang' Lawan Corona

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 21:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 320 2293770 begini-cara-ri-dan-inggris-perang-lawan-corona-ptsadKOBuU.jpg Virus Corona (Foto: Okezone)

LONDON - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Menteri BUMN Erick Thohir telah melakukan pertemuan bilateral dan bisnis dengan pemerintah dan organisasi di Inggris hari ini.

Perwakilan pemerintah Indonesia berjumpa Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab maupun otoritas yang terlibat dalam Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

Retno menyebut pertemuan ini pertama setelah dirinya sempat bertemu secara virtual dalam pertemuan para Menlu ASEAN dengan Menlu Inggris pada bulan September lalu.

"Inggris merupakan mitra strategis Indonesia sejak tahun 2012. Dan Inggris merupakan mitra dagang keempat terbesar Indonesia dari Eropa dan merupakan peringkat pertama perdagangan kayu dari Eropa," ujar dia dalam telekonfrensi, Rabu (14/10/2020).

Dia menjelaskan Inggris merupakan mitra investasi kedua terbesar dari Eropa. "Dalam pertemuan bilateral, kami sepakat untuk memperkuat kerja sama baik secara bilateral maupun dalam konteks multilateral. Semangat kerja sama penting untuk terus diperkuat di tengah tantangan besar yang dihadapi negara dunia terutama di masa pandemi ini," ungkap dia.

Sebagai sesama negara anggota DK PBB, telah sepakat untuk terus mengarus-utamakan multilateralisme. Indonesia dan Inggris juga sepakat memperkuat kerjasama pengelolaan Covid-19. Untuk Asean, Inggris telah menyampaikan komitmen 1 juta poundsterling untuk ASEAN Covid-19 Response Fund.

"Secara bilateral, Indonesia dan Inggris juga telah menandatangani MoU mengenai Kemitraan Riset dan Inovasi bulan pada bulan Agustus lalu dan MoU serta rencana aksi mengenai Anti-Microbial Resistance bulan Juni Lalu," jelas dia.

Dia menambahkan, di track multilateral Indonesia memiliki komitmen yang sama untuk mendukung kerja platform kerja sama multilateral seperti WHO, GAVI, dan CEPI dalam kerangka COVAX Facilities.

"Terutama terkait akses setara terhadap vaksin yang aman dan terjangkau," tandas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini