Negara Boleh Saja Tambah Utang tapi...

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 320 2294624 negara-boleh-saja-tambah-utang-tapi-lsXv1ebUkJ.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Utang luar negeri Indonesia sedang menjadi perbincangan hangat masyarakat. Ini mengingat jumlah utangnya mencapai USD402,08 miliar atau sekitar Rp 5.940 triliun di tahun 2019.

Ekonom senior dari INDEF Aviliani mengatakan Indosia harus mampu menggunakan utang untuk kebutuhan produktif. Salah satunya bisa berdampak terhadap penambahan pendapatan negara.

 Baca juga: RI sebagai Peminjam Paling Berdaulat di Asia

"PR pemerintah bukan hanya sekadar utang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saja, tapi utang itu harus menghasilkan multiplayer effect ekonomi," kata Aviliani dalam acara Market Review di IDX Channel, Jumat (15/10/2020).

Dia menyebut utang itu harus bisa dimanfaatkan untuk masyarakat seperti pelaku UMKM dalam hal penambahan modal, sehingga untuk mencapai Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita sebesar USD 16.000 pada tahun 2030 sepertinya masih susah.

 Baca juga: Kemenkeu Bilang Utang Indonesia Relatif Kecil Dibanding Negara G20

"Sekarang ini PDB per kapita kita sudah USD 4.000, tapi utk menuju yang USD 16.000 yang diharapkan tahun 2030 kalau kondisi ekonomi seperti sekarang saya rasa itu berat. jadi di sini sektor UMKM dan masyarakat dari sisi menengah itu juga memang kalau kita lihat ini masih dampaknya terlalu rendah," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan utang Indonesia masih terjaga aman. Artinya kondisi ekonomi Indonesia terjaga.

 Baca juga: Utang Luar Negeri RI Capai Rp6.076 Triliun, Masih Sehat?

"Masih di zona aman dan tetap terus dikelola dengan hati-hati," ujar Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo saat dihubungi di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini