Covid-19 Catat Sejarah Baru Ritel Modern, Mal Tutup 3 Bulan

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 320 2294820 covid-19-bikin-sejarah-baru-ritel-modern-mal-tutup-3-bulan-UYgFFpd1SW.jpg Pengusaha Mal Ungkap Kerugian Selama Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi pengusaha mal sepanjang pandemi Covid-19. Menurut Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja, kerugian terus dialami setelah Covid-19 masuk ke Indonesia pada Maret 2020.

"Pandemi ini membuat sejarah baru bagi industri ritel modern di Indonesia. Pasalnya pusat perbelanjaan (mal) mengalami penutupan hingga 3 bulan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan pemerintah guna menekan transmisi virus," ujar dia dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga: Ada Demo UU Ciptaker, Mal Grand Indonesia Tutup Lebih Cepat

Dia menjelaskan, sekalipun pemerintah telah kembali mengizinkan mal beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan, akan tetapi sektor ini belum bisa pulih.

"Karena tekanan terus terjadi disepanjang pandemi, mulai dari daya beli hingga penurunan tingkat kunjungan," ungkap dia.

Baca Juga: PSBB Transisi Bisa Kembalikan Pekerja yang Sempat Dirumahkan

Dia menambahkan, kehati-hatian terhadap Covid-19 sangat tinggi terjadi pada masyarakat kelas menengah ke atas, membuat tingkat kunjungan ke mal pun sangat rendah.

"Padahal masyarakat kelas ini yang daya belinya cukup terjaga saat pandemi. Di sisi lain, masyarakat kelas menengah ke bawah memiliki tingkat kehati-hatian yang lebih rendah terhadap Covid-19, sehingga kunjungan ke mal memang cukup tinggi. Tapi, masyarakat kelas ini memiliki kemampuan daya beli yang cukup lemah," tandas dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini