Hari Pangan Sedunia Suarakan Family Farming, Apa Itu?

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 19:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 320 2294908 hari-pangan-sedunia-suarakan-family-farming-apa-itu-QgAcFyggtm.jpg Petani (Shutterstock)

JAKARTA – Pandemi Covid-19 memberi makna yang berbeda bagi perayaan Hari Pangan Sedunian (HPS) tahun 2020. Tantangan pangan kian kompleks, peran petani dalam pemenuhan pangan bagi lebih dari 273 juta jiwa masyarakat Indonesia pun kian meningkat.

Meski dalam suasana yang berbeda, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak masyarakat agar dapat memberi energi untuk berkontribusi bersama dalam menghadirkan sistem produksi hingga pola konsumsi pangan yang lebih bertanggung jawab.

 Baca juga: Cerita di Balik Hari Pangan Sedunia 16 Oktober

“HPS 2020 ini harus memberi artikulasi yang baik terhadap pangan, kita harus secara bersama – sama menghadirkan pangan bagi 273 juta jiwa masyarakat Indonesia, dengan membangun sistem pangan yang lebih baik dan pertanian yang lebih maju, mandiri dan modern,” terang Syahrul di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Untuk HPS 2020, Kementan mengambil tema 'Tumbuhkan, Pelihara, Lesatarikan Bersama. Tindakan kita adalah Masa Depan kita'. Syahrul mendorong semua pihak, termasuk dari tingkat keluarga, untuk berperan dalam hal pangan lewat program Family Farming, upaya ini diharap mampu melahirkan pahlawan - pahlawan pangan baru yang turut berperan menghadapi tantangan pemenuhan pangan di Indonesia.

 Baca juga: Hari Pangan Sedunia, Ekspor Pertanian RI Rp258 Triliun

“Kebersamaan yang kita bangun dapat menghadirkan program – program baru yang lebih akseleratif seperti family farming, program ini membuka peluang bagi setiap keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri, jika ketahanan pangan keluarga baik maka ketahanan pangan masyarakat juga pasti baik, jika ketahanan pangan masyarakat baik maka ketahanan pangan nasional juga pasti baik,” ungkap Syahrul.

Family Farming bagi Syahrul, dapat mendukung gerakan diversifikasi pangan, dan penguatan pangan lokal, sebagai alternatif pangan non beras. “kalau begitu, pertanian keluarga juga berpotensi besar dalam mendukung pangan lokal, diversifikasi pangan menjadi pilihan, orang bisa kenyang tidak hanya dengan beras, berbagai pangan lokal juga bisa menjadi pilihan dan bagian yang harus terus kita dorong” tegas Syahrul.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini