Produsen Kereta Asal Swiss Bangun Kantor di RI

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 21:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 320 2294961 produsen-kereta-asal-swiss-bangun-kantor-di-ri-24SROqIZ8p.jpg Kantor (Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, produsen kereta api asal Swiss yakni Stadler Rail akan membangun kantor pusat di kawasan Asia yang bertempat di Indonesia. Hal itu sebagai tindak lanjut kerja sama antara PT INKA (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Stadler.

Tindak lanjut kerja sama tersebut dilakukan saat Erick Thohir mengunjungi Swiss. Dalam kunjunganya, Erick dan pihak manajemen Stadler membahas perihal pembangunan kantor pusat Stadler di Indonesia. Karena itu, Kementerian BUMN akan mendorong Inka dan KAI untuk membangun gerbong kereta api bertaraf internasional.

 Baca juga: Bagi Pengusaha Swiss, Indonesia Masih Menarik Jadi Tujuan Bisnis

"Untuk memastikan bagaimana kita bisa mensuplai atau membuat gerbong kereta api tingkat dunia. Dengan itu Stadler juga memastikan akan membuat kantor pusat untuk regional asia dan tempatnya di Indonesia," ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Erick mengatakan, pemerintah sangat mengapresiasi kepercayaan internasional terhadap Indonesia. Bahkan, pemerintah memastikan banyak perusahan BUMN yang berkualitas mampu bersaing secara global dan regional.

"Kemarin di Swiss Alhamdullilah kita bisa mengangkat PT KAI menjadi pemain regional. Kita bersepakat dengan Stadler bahwa dengan patnership dengan group Kereta Api di bawahnya ada PT KAI dan Inka, kita bersama-sama akan membangun pabriknya sendiri sudah, ini akan selesai," kata dia.

 Baca juga: Bersama Erick Thohir, Menlu Beberkan Hasil Kunjungan ke Swiss

Untuk diketahui, kerja sama antara INKA, KAI dan Stadler sudah dilakukan sejak era Menteri BUMN Rini Soemarno. Di Era Rini, ketiga perseroan telah penandatanganan kesepakatan kerja sama.

Kerja sama ini dinilai akan membantu pemerintah dalam pengembangan sistem transportasi kereta api di tanah air. Selain itu, pembangunan pabrik kereta api ini akan menyerap tenaga kerja dan meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia.

Sebelumnya, penandatanganan dilakukan oleh Executive Chairman Stadler Rail Peter Spuhler dan Presiden Direktur Inka Budi Noviantoro dan disaksikan Duta Besar Muliaman D Hadad. PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menjadi pembeli utama produksi perusahaan joint venture ini.

Pabrik akan dibangun di area seluas 83 Ha di Banyuwangi yang mempunyai pelabuhan laut sejauh 3 km dari lokasi pabrik. Bahkan, diperkirakan sebelumbya, pembangunan pabrik diperkirakan akan selesai pada 2020 ini. Meski begitu, langkah ini belum terealisasi dan kini diteruskan oleh Erick Thohir.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini