Bisnis Oleh-Oleh 'Sakit' Imbas Covid-19

Emanuel Kau Suni, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 455 2294539 bisnis-oleh-oleh-sakit-imbas-covid-19-ohRDsq1Ntq.jpg Souvenir Oleh-Oleh NTT (Foto: Emanuel)

KUPANG - Dampak Covid-19 terus dirasakan bagi pelaku usaha mikro di berbagai wilayah, salah satunya Kota Kupang. Minimnya pembeli dari pelaku pariwisata berdampak langsung pada penjualan souvenir lokal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dampak tersebut hampir melumpuhkan seluruh sektor ekonomi. Seperti pusat perbelanjaan oleh-oleh khas NTT misalnya.

Baca juga: Semangat Korban PHK Jadi Penjual Minuman Jahe Merah

Beberapa pemilik usaha sarung tenun ikat dan souvenir lainnya mengakui mengalami penurunan omzet penjualan yang drastis hingga 90%.

Salah satu pelaku usaha Rikardus Otniel Jhonatan juga mengatakan yang menampung hasil karya dari masyarakat, kini mulai kebingungan karena tidak ada lagi wisatawan yang mencari oleh-oleh khas NTT ke tempat tersebut.

“Dampak ekonomi sangat terasa bagi kami, siapa yang mau datang ke Kupang, otomatis dampak merata. Dalam bidang pariwisata signifikan sekali omzet bisa turun 90%, hidup tak jelas mati enggan,” kata dia, Jumat (16/10/2020).

 

Meski dengan kondisi demikian, pihaknya juga telah mencarikan solusi dengan berjualan online. Namun tetap saja, masih mengalami kesulitan karena harga ongkos pengiriman yang cukup mahal.

Dengan hal tersebut, pelaku usaha berharap adanya solusi dari pemerintah setempat dalam mengatasi persoalan yang dihadapi di tengah pandemi Covid-19.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini