Lewat Bank Tanah, Investor Dapat Pinjaman Lahan Gratis

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 470 2294894 lewat-bank-tanah-investor-dapat-pinjaman-lahan-gratis-AQbrxQ0rrt.jpg Manufaktur (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam UU Cipta Kerja bisa menarik minat investor. Karena dalam UU Cipta Kerja ada Bank Tanah atau Land Bank yang bisa membantu investor menyediakan tanah.

Menteri ATR atau Kepala BPN Sofyan Djalil mengatakan, nantinya bank tanah ini bisa meminjamkan lahan secara gratis kepada investor. Namun tetap ada masa konsesinya yakni selama 20 tahun.

 Baca juga: Ngebut, Aturan Turunan UU Cipta Kerja Klaster Pertanahan Sudah 90%

Namun tidak perlu khawatir ketika konsesi tersebut berakhir maka tanah tersebut dikembalikan kepada negara. Menurutnta, hal tersebut sebagai bentuk insentif yang diberikan pemerintah kepada para calon investor.

“Ada investor membutuhkan riset untuk bio engineering, riset untuk farmasi berbasis tanaman seperti jamu, daripada dibikin di mana, kita beri di sini (Bank Tanah),” ujarnya dalam acara konferensi pers virtual, Jumat (16/10/2020).

 Baca juga: Bahlil: Undang-Undang Cipta Kerja Permudah Anak Muda Jadi Pengusaha

Menurut Sofyan, pemanfaatan lagan ini dipastikan tidak akan menganggu lahan untuk kepentingan lainya. Termasuk untuk reforma agraria yang menjadi salah satu program pemerintah.

“Tapi ini bukan for profit (untuk keuntungan). Kalau ada bagian komersial, itu penting supaya Bank Tanah tetap hidup, enggak perlu nyusu ke APBN terus,” ucapnya.

Sebagai informasi, dalam Undang-undang Cipta Kerja, lahan yang dikelola oleh Bank Tanah minimal 30% di antaranya harus digunakan untuk reforma agraria. Tanah ini digunakan untuk kepentingan lahan pertanian, perumahan rakyat, pembuatan taman, hingga kepentingan publik lainnya.

Sementara sisanya bisa digunakan untuk kepentingan sosial Misalnya untuk pengembangan kawasan rumah ibadah, masjid, fasilitas olahraga, dan ekonomi atau industri.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini