Gandeng Perusahaan Inggris dan Swiss, Erick Thohir Optimis BUMN Semakin Go Global

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2020 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 320 2295104 gandeng-perusahaan-inggris-dan-swiss-erick-thohir-optimis-bumn-semakin-go-global-h4r2N4DvdB.jpeg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)

Sementara di Swiss, perwakilan Indonesia semakin memperkuat kerja sama strategis di sektor ekonomi dan kesehatan. Erick memberikan kabar baik terkait komitmen kerja sama antara perusahaan BUMN dengan perusahaan raksasa global, yakni antara PT KAI dan perusahaan produsen kereta dunia Stadler Rail. Di mana, KAI dan Stadler akan bekerja sama dalam memproduksi rangkaian kereta. Tak hanya di Indonesia tapi juga di kawasan Asia Oseania.

Dalam kesempatan itu, Stadler menyatakan akan membangun kantor pusat regionalnya untuk kawasan Asia dan Oseania di Indonesia. "Ini merupakan kepercayaan dan apresiasi," ujar Erick.

Sementara itu, ada kerja sama strategi lain yang belum difinalisasikan. Di mana, pemerintah Indonesia mengharapkan agar ratifikasi Indonesia EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE CEPA) dari pihak Swiss dapat segera dilakukan.

Pemerintah juga mengharapkan agar negosiasi perjanjian investasi bilateral dapat diselesaikan paling lambat awal tahun 2021.

Bahkan, pemerintah juga mengharapkan ratifikasi Perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA) segera diselesaikan oleh Swiss.

Bagi pengusaha Swiss, Indonesia dinilai tetap merupakan negara yang atraktif dan menjadi tujuan bisnis mereka di Asia. Saat ini Swiss menduduki peringkat ke-4 negara investor asing terbesar di Indonesia dari Eropa. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi Swiss di Indonesia secara kumulatif dari tahun 2015-2019 tercatat sebesar USD1,42 miliar dalam 1097 proyek.

Perdagangan kedua negara juga menunjukkan tren yang positif. Tahun ini hingga Juli 2020, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD2,1 miliar. Angka ini bahkan telah melewati nilai perdagangan tahun 2019 yaitu USD900 juta.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini