Vaksin Covid-19 Belum Tentu Bisa Pulihkan Ekonomi

Aditya Pratama, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2020 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 320 2295204 vaksin-covid-19-belum-tentu-bisa-pulihkan-ekonomi-QhFt4jwuXm.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah berencana akan melakukan vaksinasi Covid-19 mulai November 2020 mendatang. Adapun Cansino menyanggupi pengadaan 100.000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.

Baca Juga: Ramalan Terbaru IMF, Ekonomi Dunia Minus 4,4%

Dengan adanya rencana ini, semakin membuka harapan pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Namun, menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menyebut dengan adanya rencana vaksinasi tidak serta merta menjadi faktor untuk pemulihan ekonomi nasional.

"Pertama, sejauh ini belum ada vaksin yang sudah lulus uji klinis. Kedua, masalah distribusi vaksin yang memakan biaya dan waktu yang tidak sedikit, apalagi kondisi geografis Indonesia cukup luas dan untuk menjangkau masyarakat yang rentan bukan kerja simsalabim," ujar Bhima saat dihubungi, Sabtu (17/10/2020).

 

Dia juga mencontohkan beberapa negara di Asia yang berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonominya pada kuartal II-2020 sebelum adanya vaksin Covid-19, yaitu China dan Vietnam sebesar 3,2% dan 0,3% untuk China di periode yang sama.

"Kuncinya adalah testing, tracing dan treatment serta bantuan sosial yang memadai. di Vietnam misalnya ada ATM beras, di mana masyarakat miskin di daerah karantina bisa mengambil kebutuhan pokok sehingga kepatuhan pada kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 berjalan lancar," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini