Ngobrol Bareng Sri Mulyani, Christine Lagarde Pakai Selendang Batik

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 18 Oktober 2020 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 18 320 2295388 ngobrol-bareng-sri-mulyani-christine-lagarde-pakai-selendang-batik-61cCX2J1yA.jpg Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA - President of the European Central Bank Christine Lagarde memakai selendang batik asal Indonesia saat menghadiri Debate on The Global Economy, yang merupakan salah satu rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2020.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani, Managing Director of IMF Kristalina Georgieva, economist and international development expert Ngozi Okonjo-Iweala

Mantan bos IMF tersebut juga pernah memborong batik saat mengunjungi Pasar Tanah Abang pada 2018. Maka tidak heran, saat pertemuan dan berbicara dengan Sri Mulyani, Lagarde memakai scarf batik Indonesia.

Baca Juga: Pertemuan G-20, Sri Mulyani Cecar Rezim Perpajakan Akibat Kesenjangan Teknologi 

Lagarde memakai selendang batik di bahu kanan. Lagarde memadupadankan selendang batik dengan pakai kemeja putih bergaris berbalut blazer.

"OOT kawan baik saya @christinelagarde memakai scarf batik Indonesia. How Lovely..💝," kata Sri Mulyani seperti dikutip akun Instagram pribadinya @smindrawati, Jakarta, MInggu (18/10/2020). Selain Lagarde, Sri Mulyani juga memakai pakaian bermotif batik.

Lagarde Pakai Selendang Batik 

Menurut Sri Mulyani, dalam situasi genting, kebijakan makro fiskal harus tetap didesain secara hati-hati.⁣

Setiap negara memiliki kondisinya masing-masing dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini. Kemampuan negara dalam meminimalisir dampak hebat akibat COVID-19 juga berbeda-beda, terutama kemampuan fiskalnya.

Bagi negara yang kemampuan dan ruang fiskalnya terbatas, maka pelebaran defisit dan sumber pembiayaan menjadi isu penting saat negara harus hadir untuk menangani pandemi, baik untuk menyelamatkan kehidupan masyarakat dalam bentuk kesehatan dan perlindungan masyarakat, maupun dalam mendukung dunia usaha.

"Saya mengapresiasi peran lembaga pembangunan multilateral dan organisasi internasional yang membantu negara-negara yang membutuhkan, khususnya negara-negara berpendapatan rendah (low income countries)," katanya.

Dalam menghadapi pandemi, Indonesia mendesain kebijakan yang komprehensip untuk penanganan sektor kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan dunia usaha terutama UMKM, serta untuk menjaga stabilitas sektor keuangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini