Sering Dinyinyirin, Sri Mulyani: Faktanya Utang RI Lebih Sehat Dibanding China

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 320 2295799 sering-dinyinyirin-sri-mulyani-faktanya-utang-ri-lebih-sehat-dibanding-china-7dHgj50cHD.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah memastikan rasio utang Indonesia masih lebih baik dibandingkan beberapa negara lainnya. Hal ini dikarenakan pelebaran defisit fiskal pada 2020 masih terjaga.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pelebaran defisit pada tahun 2020 yang mencapai 6,3% akan membuat rasio utang Indonesia naik mencapai 38,5% lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 30,5%.

Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Diprediksi Lampaui Turki, Ini Hitung-hitungannya

"Rasio utang kita itu 38,5% dari produk domestik bruto (PDB) karena defisit 6,3%," kata Sri Mulyani dalam konferensi APBN Kita secara virtual, Senin (19/10/2020).

Dia menekankan utang Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Jepang, Italia dan Amerika Serikat yang kenaikannya sudah mencapai 100% terhadap PDB. Serta utang Indonesia masih lebih terkendali dibandingkan China yang kenaikannya sudah 60%.

 

"Adapun Jepang rasio utangnya tembus 266,2% dari PDB. Jerman saja utangnya sudah tembus 73% dari PDB lalu Tiongkok utangnya mencapai 61,7% dan Thailand utangnya mencapai 50,4%," katanya.

Dia menekankan tingkat utang publik Indonesia masih tetap terjaga dan rendah. Hal ini seiring adanya pemulihan ekonomi yang sudah terlihat nantinya pada akhir tahun 2020.

"Utang masih tetap terjaga dengan penambahan utang yang masih minimal," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini