Tender Gagal Terus, Bos MRT Jakarta Beberkan Alasannya

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 320 2296011 tender-gagal-terus-bos-mrt-jakarta-beberkan-alasannya-P0CA9N5UaH.jpg MRT (Okezone)

JAKARTA - Pembangunan proyek MRT Jakarta fase II khususnya di segmen 2 (Harmoni-Kota) terkendala karena proses tender yang berulang kali gagal. Tercatat ada 3 paket yang berulang kali gagal tender karena kurangnya minat kontraktor Jepang memberikan penawaran.

Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, tender yang berulang kali gagal itu terjadi di paket CP 202 yakni pembangunan rute Harmoni-Mangga Besar. Kemudian CP 205 untuk pengadaan sistem perkeretaapian dan rel dan CP 206 untuk pengadaan rolling stock atau kereta.

 Baca juga: Proyek MRT Jakarta Fase 2A Dipastikan Molor, Ini Alasannya

"Jadi, batas pemasukan tender 26 Oktober 2020. CP 206, minat kontraktor Jepang mengikuti paket ini boleh dikatakan nihil, atau tidak ada," ujar dia dalam diskusi virtual, Senin (19/10/2020).

Sebelumnya pemerintah Indonesi bekerjasama dengan Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), dalam proyek MRT Jakarta.

Melalui kerja sama itu, JICA memberikan pembiayaan untuk proyek MRT menggunakan mekanisme STEP Loan atau Tied Loan. Sehingga, kontraktor utama diwajibkan berasal dari Jepang.

 Baca juga: Awas Ketinggalan, Operasional MRT Hanya Sampai Pukul 18.00

Akan tetapi, hingga saat ini MRT Jakarta kesulitan mencari kontraktor karena minat para pelakunya di Jepang nihil. Hal ini menyebabkan para kontraktor yang ikut tender memberikan penawaran dengan biaya proyek yang sangat tinggi.

"Maka itu kami (MRT Jakarta), berada pada posisi yang tidak menguntungkan, berhadapan dengan permintaan-permintaan dari kontraktor Jepang," ungkap dia.

Dia menjelaskan untuk mengatasi itu, MRT Jakarta meminta JICA untuk membuka akses bagi kontraktor negara lain bisa ikut dalam tender proyek.

"Jika minat kontraktor Jepang terhadap fase II ini kurang. Kami ingin JICA kiranya dapat membuka kemungkinan untuk partisipasi kontraktor internasional non Jepang dalam paket-paket pengerjaan MRT Fase II," jelasnya.

Dia juga menegaskan hubungan kerja sama dengan Jepang tak putus sama sekali. Pihaknya masih berharap lebih pada keterlibatan kontraktor Jepang.

"Kerja sama ini tidak berhenti, bahkan tetap berjalan. Bahkan kita terus mendorong keterlibatan Jepang karena ini adalah proyek strategic kemitraan Indonesia-Jepang. Pasalnya itu kita ingin proyek ini sukses," tuturnya.

Namun, lanjut dia, apabila hal ini berkepanjangan, tentu tak akan sukses. Oleh karena itu minta semua pihak untuk ramai-ramai mendorong. Karena ada komitmen pemerintah.

"Kami sudah mengirim surat kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Luar Negeri agar persoalan ini bisa diselesaikan melalui pembicaraan tingkat tinggi," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini