Pendapatan Menurun, Masyarakat Susah Bayar Cicilan Rumah

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 470 2295785 pendapatan-menurun-masyarakat-susah-bayar-cicilan-rumah-MzeyvfsFVd.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia telah merilis hasil survei nasional bertajuk Mitigasi Dampak Covid-19: Tarik Menarik antara Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan.

Dalam catatannya , 2,9 responden kesulitan membayar cicilan rumahnya akibat pendapatan menurun selama pandemi Covid-19. Ada pula 10,5% responden yang kehilangan pekerjaan akibat wabah corona.

"Lebih dari separuh warga yang mengatakan kondisi ekonominya turun, jangankan soal internet untuk anak mereka sekolah online, buat cicilan rumah, (buat) makan susah," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam siaran pers yang diterima, Senin (19/10/2020).

Baca Juga: Rencana Pembebasan Biaya KPR, Jadi Angin Segar bagi Pembeli Rumah

Dia juga melanjutkan dalam survei ini menunjukkan persepsi publik terhadap penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) agar diberhentikan. Pada September 2020, sebanyak 55% masyarakat ingin PSBB dihentikan agar perekonomian dapat berjalan kembali.

"Mayoritas publik tetap menghendaki PSBB dihentikan meski mengalami pelemahan, menjadi 55% dari sebelumnya 60,6% pada temuan sebelumnya," katanya.

 

Sebagai informasi, survei dilakukan pada 24-30 September 2020. Menggunakan sistem wawancara telepon. Alasannya karena situasi pandemi corona. Survei menggunakan metode simple random sampling, dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Jumlah sampel sebanyak 1,200 responden dipilih secara acak, dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

Jumlah sampel yang dipilih secara acak melalui telepon sebanyak 5.614 data. Sedangkan, yang berhasil diwawancarai dalam durasi survei yaitu sebanyak 1200 responden. Margin of Error pada survei ini +2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. (kmj)  

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini