Vaksin Covid-19 Asal Korsel Siap Diuji Klinis Akhir 2020

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 320 2296867 vaksin-covid-19-asal-korsel-siap-diuji-klinis-akhir-2020-vV9rg8QnxM.jpeg Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk mencatat vaksin asal perusahaan obat biologi Korea Selatan (Korsel), Genexine, Inc, akan diuji secara klinis di Indonesia. Rencananya uji coba tersebut dilakukan di akhir 2020 ini.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan, usai uji coba klinis vaksin hasil kolaborasi Kalbe dan Genexine itu akan digunakan pada kuartal ke-III 2021 mendatang setelah memperoleh Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan yang disingkat (BPOM).

Baca Juga: 5 Jenis Vaksin yang Disiapkan Pemerintah untuk Memerangi Covid-19

"Diperkirakan bisa mulai dipakai kuartal III-2021, berdasarkan Emergency Use Authorization dari BPOM," ujar Vidjongtius, Selasa (20/10/2020).

Vidjongtius menguraikan, saat ini vaksin tengah diuji coba tahap II di Korsel. Setelah itu, uji coba tahap ke-III juga akan dilakukan di negara setempat. Usai uji coba ke-III, vaksin akan dibawah ke Indonesia untuk diuji secara klinis.

Baca Juga: WHO Secara Spesifik Menyebutkan, Orang Dewasa Tetap Perlu Imuniasasi

Dari keterangan resmi yang disampaikan pihak Kalbe, perseroan dan Genexine memang bersepakat untuk melakukan uji klinik GX-19 di Indonesia, yakni pengembangan vaksin DNA terhadap Covid-19. Kerja sama itu melalui konsorsium dengan Genexine, Binex, the International Vaccine Institute(IVI), GenNBio, the Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), and Pohang University of Science and Technology (POSTECH).

Sebelumnya, riset vaksin ini sudah dilakukan kepada Primata atau hewan dan dan menghasilkan antibodi yang mampu menetralisir virus Corona. Sehingga, target berikutnya akan diuji kepada manusia.

Vidjongtius menjelaskan, proses pembuatan vaksin pun disesuaikan protoko atau Standar Operasional Oprosedur (SOP) uji klinis yang diakui oleh lembaga kesehatan dunia. Di sisi lain, dia mengakui BPOM terus mengawasi prosea pembuatan vaksin sehingga keamanan dan efikasi dilakukan dengan baik.

Di mana, dan ada fase pra klinis yang dilakukan secara bertahap. Kemudian barulah dilakukan uji klinis I hingga uji klinis III, jika hasilnya positif maka efek samping yang ada biasanya minimal. Dalam proses ini, pengujian vaksin selalu diawasi oleh ahli atau pakar dari bidang tersebut.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini