PR Pelaku UMKM Go Global, Sertifikasi Halal hingga Digitalisasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 455 2296484 pr-pelaku-umkm-go-global-sertifikasi-halal-hingga-digitalisasi-IRLyvQDZsP.jpg Wapres Ma'ruf Amin (Foto: Setwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta agar UMKM bisa menjadi pemain di negerinya sendiri, sehingga akan memiliki efek domino untuk meningkatkan ekonomi umat.

Menurut Ma’ruf, hal ini bukannya tanpa alasan karena Indonesia merupakan konsumen terbesar di dunia. Diperkirakan, persentase pangsa pasar produk halal Indonesia mencapai 10%.

"Bagi pelaku usaha syariah skala mikro dan kecil upaya penguatan dilakukan untuk mendorong pelaku usaha mikro dan kecil agar menjadi bagian dari rantai nilai industri halal global atau global halal value chain untuk memacu pertumbuhan usaha dan peningkatan ketahanan ekonomi umat," ujarnya dalam acara peresmian program pelatihan digitalisasi pemasaran dan manajemen halal bagi UMKM secara virtual, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga: Wapres: Pemanfaatan Teknologi Digital Tak Bisa Dihindari 

Menurut Ma’ruf, ada pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki jika ingin mencapai target tersebut. Secara khusus dua PR utama ini diperuntukkan untuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Karena menurutnya, para pelaku UMKM ini memiliki potensi yang cukup besar mengingat jumlahnya mencapai 64,2 juta. Adapun pekerja rumah pertama adalah sertifikasi halal dan digitalisasi.

Khusus untuk sertfikasi halal, pemerintah memberikan dukungan dengan penerbitan Undang-undang Cipta Kerja. Dalam UU yang baru saja disahkan DPR itu, pemerintah menggratiskan sertifikasi produk halal bagi UMKM.

"Menjadikan UMKM sebagai bagian dari rantai nilai industri halal global juga akan dilakukan melalui berbagai kebijakan seperti penyederhanaan dan percepatan proses perizinan, dan fasilitasi biaya sertifikasi halal bagi UMKM," jelasnya.

Selain itu, Indonesia juga perlu meningkatkan ekspor produk halal yang saat ini porsinya baru sekitar 3,8% dari total ekspor pasar halal dunia. Karena selain menjadi tuan rumah di negeri sendiri, produk halal juga diharapkan bisa go internasional.

 

Mengingat, pasar global memiliki potensi yang sangat besar. Pada tahun 2017, produk pasar halal dunia mencapai USD2,1 triliun, dan akan berkembang terus menjadi USD3 triliun pada tahun 2023

"Visi pengembangan industri halal Indonesia adalah selain untuk mengisi kebutuhan domestik yang sangat besar, juga untuk memperluas peran dalam perdagangan produk halal global," jelasnya

Sementara untuk digitalisasi, dirinya meminta kepada para pelaku UMKM untuk segera melakukannya. Apalagi di tengah perkembangan zaman ini dituntut cepat jika tak ingin tertinggal.

"Pemanfaatan teknologi digital saat ini telah berkembang sangat pesat dan tidak bisa dihindari. Penetrasi pemanfaatan teknologi digital telah sampai ke seluruh pelosok tanah air. Menurut data view research center yang dirilis tahun 2019, pengguna smartphone aktif di indonesia diperkirakan 42% atau lebih dari 100 juta orang pada 2018. Dengan jumlah tersebut Indonesia menjadi negara pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat," jelasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini