Wapres: Pemanfaatan Teknologi Digital Tak Bisa Dihindari

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 320 2296459 wapres-pemanfaatan-teknologi-digital-tak-bisa-dihindari-FNYS3U7ozi.jpg Era Teknologi Tak Bisa Dihindarkan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

 JAKARTA - Perkembangan zaman membuat beberapa negara fokus dalam pemanfaatan teknologi digital. Tak terkecuali Indonesia yang kini serius dalam pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai hal.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut, pemanfaatan teknologi di Indonesia telah berkembang pesat seiring dengan perkembangan zaman. Hal ini terlihat dari pemanfaatan teknologi digital yang sudah sampai ke seluruh pelosok tanah air.

Baca Juga: Potensi Ekonomi Digital Indonesia Capai USD133 Miliar

“Pemanfaatan teknologi digital saat ini telah berkembang sangat pesat dan tidak bisa dihindari,” ujarnya dalam acara peresmian program pelatihan digitalisasi pemasaran dan manajemen halal bagi UMKM secara virtual, Selasa (20/10/2020).

Menurut data PEW Research Center yang dirilis 2019, jumlah pengguna smartphone di Indonesia mencapai 42%. Atau sekitar 100 juta orang pada 2018 masyarakat Indonesia yang menggunakan smartphone.

Tak berhenti sampai di situ, jika digabungkan dengan pengguna telepon seluler, maka jumlahnya lebih besar lagi. Di mana ada sekitar 70% dari total penduduk Indonesia atau 175 juta orang yang menggunakan telfon seluler.

“Dengan jumlah tersebut Indonesia menjadi negara pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat,” ucapnya.

Baca Juga: Era Digital, Begini Canggihnya Sistem Pembayaran Indonesia pada 2025

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Infromatika menyebutkan ada lebih dari 150 juta orang Indonesja aktif di sosial media. Hal ini juga menjadikan Indonesia negara terbesar keempat pengguna sosial media di dunia.

“Dengan angka tersebut, Indonesia menjadi negara dengan pengguna sosial media Facebook dan instagram terbesar keempat di dunia setelah India, Amerika dan Brazil,” jelasnya

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini