Keren, Penyandang Disabilitas Produksi 27,2 Juta Masker Standar WHO

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 455 2296791 keren-penyandang-disabilitas-produksi-27-2-juta-masker-standar-who-iYprAVzuOI.jpg Difabel Ikut Dilibatkan Dalam Produksi Masker Kemenkes. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Sebanyak 42 kaum difabel dilibatkan Kementerian Koperasi, dan UKM dalam membantu memenuhi permintaan dari pesanan masker Kementerian Kesahatan (Kemenkes). Mereka terdiri dari 12 orang tuna rungu di Jawa Timur; 10 orang tuna daksa di Bekasi; dan 20 orang tuna daksa di DI Yogyakarta.

"Jadi ini saya kira sangat bagus melibatkan kaum disabilitas," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki dalam diskusi daring, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga: Cara Jitu Jualan Laris Manis di Marketplace

Dia menjelaskan, total pesanan dari Kemenkes sebanyak 27.272.727 pcs atau senilai Rp150 miliar yang akan didistribusikan ke 34 propinsi di seluruh Indonesia. Seluruh proses produksi itu dilakukan oleh para pelaku UMKM dengan 9 agregator UMKM yang direkomendasikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

"Spesifikasi masker tiga lapis (sesuai standar WHO) yang dipesan oleh Kementerian Kesehatan terdiri dari tiga jenis, antara lain: polos, sublime, dan batik/tenun," ujarnya.

Menurut dia, dengan melibatkan UMKM dalam pengadaan masker untuk kementerian, diharapkan nantinya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menggerakkan perekonomian nasional melalui UMKM. Kegiatan ini diharapkan mampu mengembalikan kembali usaha UMKM yang tadinya terdampak," ujarnya.

Baca Juga: Terkuak, Ini Kontribusi UMKM bagi Perekonomian Indonesia

Tak hanya dari sisi ekomomi saja, program ini pun juga membantu mengkampanyekan penggunaan masker buatan UMKM. Karena kualitas buata mereka ternyata bisa bersaing dengan pengusaha besar.

"Jadi saya kira ini poin pentingnya, satu sisi kita ingin membangkitkan kembali ekonomi UMKM. Kedua kita juga ingin membangun kesadaran orang menggunakan masker, karena ini efektif menghambat virus Covid-19," kata Teten.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini