Indonesia Resmi Resesi, Luhut Bocorkan Ekonomi Kuartal III Minus 2,9%

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 320 2297448 indonesia-resmi-resesi-luhut-bocorkan-ekonomi-kuartal-iii-minus-2-9-MWolARYa0D.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pandemi virus corona tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakatnya. Tapi juga pada perekonomian Indonesia yang ikut terkena pukulan selama pandemi.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, meskipun begitu saat ini ekonomi Indonesia sudah mulai berangsur pulih. Hal tersebut ditandai dengan angka pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 yang diprediksi lebih baik dari periode sebelumnya.

Baca Juiga: Menko Airlangga Pede Resesi Indonesia Tidak Lama

Seperti diketahui, pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia -5,32% secara tahunan (year on year/yoy). Namun pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia diprediksi berada di angka -2,9%.

Jika hal tersebut terjadi, maka ekonomi Indonesia sudah dipastikan akan mengalami resesi. Mengingat selama dua kuartal beruturut-turut ekonomi Indonesia mengalami minus.

“Kalau kita lihat kita kontraksi kuartal kedua 5,3% dan kemudian pada Kuartal-III ini mungkin sekitar 2,9%,” ujarnya dalam acara Outlook 2021: The Year of Opportunity secara virtual, Rabu (21/10/2020).

Menurut Menko Luhut, jika melihat angka tersebut, ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara lain. Mengingat, beberapa negara ekonominya jatuh sangat dalam akibat pandemi.

Menurutnya, hal ini bisa menjadi modal bagi Indonesia untuk menyambut tahun depan. Sehingga diharapkan tahun depan ekonomi RI bisa tumbuh pada kisaran 5%.

“Kita kalau dari sini saya kira masih lebih baik dari banyak negara-negara lain. Nah ini modal pokok kita untuk nanti Bisa tumbuh mungkin sekitar 5% lebih pada tahun 2021,” ucapnya.

Menurut Menko Luhut, untuk mencapai target tersebut dibutuhkan kekompakan dari berbagai pihak. Justru momen pandemi ini harus dijadikan sebagai titik balik saling mendukung dan bukan saling menyalahkan.

Pemerintah sendiri terus berusaha untuk menjaga keseimbangan dalam penanganan covid-19. Artinya, pemerintah tidak hanya fokus kepada ekonomi saja tapi juga pada kesehatan.

“Kemudian ekonomi kalau semua teman-teman sekalian ekonomi dengan Covid-19 ini betul-betul harus ditata keseimbangannya,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini