Gurihnya Bisnis Digital di RI, 59,7% Milenial Jadi Pasar

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 455 2297136 gurihnya-bisnis-digital-di-ri-59-7-milenial-jadi-pasar-Fc75aP81Xk.jpg Potensi Bisnis Digital Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Indonesia memiliki potensi digital yang tinggi, khususnya dalam sistem pembayaran. Potensi ini dilatarbelakangi pondasi digital yang sangat kuat seperti demografi yang dikuasai milenial dan penggunaan internet tinggi.

Deputi Direktur Project Management Office Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 Bank Indonesia Agung Bayu Purwoko mengatakan, jumlah populasi Indonesia yang mencapai 269 juta penduduk didominasi generasi (Gen) Y sekitar 59,71% menjadi peluang digitalisasi yang sangat sangat kuat.

Baca Juga: Asal Usul Janda Bolong, Tanaman Hias Berharga Ratusan Juta

"Mobile costumernya sangat tinggi ada 338,2 juta pengguna mobile sementara penduduknya tidak sampai segitu, jadi bayangan kita ada satu orang punya dua akun, ada banyak seperti itu. Internet user juga cukup tinggi dan active sosial media user sangat tinggi, kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain kita memang memiliki competitiveness yang memang cukup kuat," ujar Agung dalam diskusi virtual, Rabu (21/10/2020).

Agung menambahkan, Indonesia mungkin bisa disebut menjadi salah satu negara yang cepat terkait digitalisasi. Esensinya adalah teknologi baru, solusi inovatif, pemain baru yang memunculkan berbagaim macam aktivitas seperti online activities dan dalam proses bisnisnya akan lebih terbuka dan dalam arsitektur bisnisnya akan lebih modular.

Baca Juga: Berkah Pandemi, Aris Kantongi Ratusan Juta dari Budidaya Jahe Merah

"Di payment juga muncul beberapa solusi-solusi yang sekarang dulunya kita harus berpindah tempat tapi saat ini kita cukup dengan handphone, digitalisasi sistem pembayaran sudah mengarah ke mobile technology yang memang akan sangat mendukung aktivitas tanpa tatap muka," ucapnya.

Dengan terus berkembangnya instrumen pembayaran, pelaku dan cara orang melakukan transaksi, Agung menyampaikan bahwa peran Bank Indonesia dalam hal ini akan terus melakukan pembaruan.

"Di sini lah peran kita BI, masyarakat dan pelaku bisnis untuk mencari instrumen apa sistem pembayaran seperti apa yang paling efisien dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap memastikan bahwa kehandalan dan keamanan dari payment system itu sendiri," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini